Penjualan Aset Alay Akan Dilaporkan Ny. Satono




Ny. Rice Megawati Satono akan melaporkan penjualan aset Pantai Sahara/Queen Arta oleh Sugiarto Wiharjo alias Alay Tripanca ke Bareskrim Mabes Polri.

Menurut Amrullah, kuasa hukum Ny. Rice Megawati Satono, Selasa (25/2), aset tersebut salah satu obyek sita eksekusi harta Alay yang ada di Kabupaten Pesawaran.

Amrullah, advokat Law Firm SAC & Partners, mengatakan aset yang telah dijual tersebut telah ditetapkan Sita Eksekusi No.9/Eks/2009/PN.Tk tanggal 26 Mei 2009.

"Diduga, para advokat Alay telah melakukan persekongkolan jahat, konspirasi melakukan tindak pidana penggelapan dan tindak pidana pencucian uang," katanya.

Dijelaskannya, pada saat Alay masih dipenjara, aset-aset yang telah disita dalam penetapan No.9/Eks/2009/PN. Tk telah dialihkan ke Puntjak Indra, Budi Winarto (saat ini menjalani hukuman penjara), Ricky Yunaraga, dll pada tahun 2011.

[caption id="attachment_33966" align="alignnone" width="640"] Amrullah, advokat Law Firm SAC & Partners.[/caption]

Ny. Rice Megawati Satono akan melaporkan penjualan aset tersebut ke Bareskrim Mabes Polri selaku penyidik awal kasus tindak pidana korupsi Alay dan Satono.

Lima hari lalu, Kamis (20/2), Alay menyerahkan untuk kali kedua uang Rp10 miliar ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung, Kamis (20/2/2020).

Dana tersebut yang disinyalir Amrullah berasal dari penjualan aset Pantai Sahara/Queen Arta salah satu obyek sita eksekusi.

Sebelumnya, dia telah mengembalikan uang pengganti sebesar Rp 1 miliar pada Jumat (22/3/2019).

Dalam putusan Mahkamah Agung (MA) No. 510/K/PID.SUS/2014 tanggal 21 Mei 2014, Alay dijatuhi vonis 18 tahun penjara dan pidana denda Rp 500 juta.

[caption id="attachment_33969" align="alignnone" width="642"] Kejati Lampung menerima uang Rp10 miliar dari Alay/RMOLLampung[/caption]

Selain itu, dalam kasus pidana perbankan dan korupsi APBD Kabupaten Lampung Timur senilai Rp 108 miliar, Alay wajib membayar Rp 106,8 miliar.