Pensiunan Guru Bandar Lampung Laporkan Koperasi Betik Gawi ke Polda Lampung

Pensiunan guru Bandar Lampung buat laporan ke Polda Lampung/Ist
Pensiunan guru Bandar Lampung buat laporan ke Polda Lampung/Ist

Puluhan pensiunan guru Kota Bandar Lampung melaporkan dugaan tindak pidana penggelapan dana pensiun yang dilakukan oleh Koperasi Betik Gawi ke Polda Lampung. Didampingi asisten pengacara Hotman Paris, Putri Maya Rumanti untuk menyampaikan keluhan dan membuat laporan pengaduan terhadap koperasi.


"Setelah kemarin ketemu Pak Hotman Paris di Bandung menyampaikan keluh kesah, hari ini kami sepakat datang ke Polda Lampung untuk menyampaikan pengaduan ke Ditreskrimum Polda Lampung," kata Putri Maya Rumanti, Selasa (18/10).

Menurutnya, pasal yang disangkakan kepada Koperasi Betik gawi dalam laporan yakni pasal 378 tentang penggelapan, pasal 372 tentang TPPU dan UU Koperasi.

“Saat ini total pensiunan guru yang melapor dan menjadi korban Koperasi Betik Gawi yakni 180 orang atau bertambah 41 dari 139 orang. Nilai uangnya sudah sekitar Rp4 miliar dalam kurun waktu tahun 2020 hingga 2022," ujarnya.

Putri Maya Rumanti meminta pihak kepolisian agar menganalisa aliran dana yang ada di Koperasi Betik Gawi. Pasalnya tidak ada kejelasan kemana aliran dana simpanan para anggota koperasi.

"Info terbaru mereka akan menjual aset gedung untuk mengembalikan uang pensiunan guru ini, kan aneh. Berarti ada kejanggalan dalam pengaturan keuangan di koperasi itu," jelasnya.

Diketahui sejumlah barang bukti yang akan diserahkan diantaranya bukti setoran uang, pemotongan, jumlah nominal uang yang diterima dan berapa tahun sudah menabung di Koperasi Betik Gawi.