Penutupan Jalan Poros Dikeluhkan, Kadishub Lampura: Harus Dibuka Separuh

Penutupan jalan poros/ Efriantoni
Penutupan jalan poros/ Efriantoni

Warga Kotabumi, Lampung Utara mengeluhkan maraknya penutupan jalan protokol atau jalan poros untuk kegiatan hajatan warga, karena hal itu mengakibatkan arus lalu lintas terganggu.


Penutupan tersebut seperti di Jalan Kapten Mustofa, kebun empat yang notabene jalan protokol.

"Ini kan jalan poros, kalau jalan lingkungan sih masih bisa dimaklumi, karena jalan itu digunakan menjadi tempat hajatan warga. Ini sangat mengganggu kelancaran arus lalu lintas," Keluh Hendra salah seorang warga kebun 4 Kotabumi, Sabtu (14/5).

Penutupan jalan poros tersebut mengakibatkan warga harus mencari jalur jalan alternatif. Parahnya lagi di jalur jalan alternatif itu sangat sempit sedangkan kendaraan yang menggunakan kebanyakan roda empat.

Hendra meminta kepada Pemkab Lampung Utara dan instansi terkait lainnya untuk tidak seenaknya memberikan izin kepada warga yang ingin memanfaatkan jalan sebagai tempat penyelenggaan hajatan. Terutama pada jalan protokol yang tidak memiliki jalan alternatif.

Warga yang ingin menggelar hajatan sebaiknya juga diimbau untuk menggunakan lahan pekarangan sebagai lokas hajatan atau menyewa gedung yang banyak terdapat di Kotabumi.

"Dilihat dulu lah kalau mengeluarkan izin, mengganggu aktivitas warga yang lain atau tidak, banyak gedung yang bisa dipakai tidak menggangu pengguna jalan" Ketusnya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Lampung Utara, Basirun Ali, ketika dikonfirmasi mengenai hal tersebut menyatakan bahwa jalan poros baik jalan Kabupaten maupun jalan Provinsi tidak dibenarkan ditutup penuh.

"Itu jalan poros tidak bisa ditutup penuh, harus dibuka separuh, walaupun ada rekayasa jalan tetap harus dibuka separuh," ujarnya.

Lebih lanjut Basirun mengatakan bahwa itu menyalahi, karena sesuai Undang-Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas, terlebih dahulu izin penggunaan jalan untuk berbagai kepentingan.

"Itu tidak ada izin atau lapor dengan saya, sangat jelas menyalahi kalau dia anggota saya laporkan dengan saya," ujarnya.