Penyegelan Bakso Sony Upaya Tepat Tutupi Potential Loss

Erwin Octavianto/Ist
Erwin Octavianto/Ist

Langkah Tim Pengendalian Pemeriksaan Pengawasan Pajak Daerah (TP4D) Bandarlampung menyegel seluruh gerai Bakso Sonhaji Sony, didukung penuh oleh Pengamat Ekonomi Universitas Bandar Lampung (UBL), Erwin Octavianto.


Ia mengatakan penutupan atau penyegelan itu adalah langkah yang tepat dan baik dalam menegakkan aturan kepada para pengusaha yang tidak patuh terhadap aturan atau kewajibannya.

"Menutup gerai Bakso Sonhaji Sony yang tidak melakukan kewajibannya saya rasa itu adalah langkah tepat dan baik," kata Erwin Octavianto yang juga sebagai Kepala Penelitian Bidang Ekonomi Central for Urban an Regional Studies Lampung, Senin (20/9).

Karena, dalam setiap kegiatan pembangunan membutuhkan proses atau tahapan dan tentu proses yang ada harus dipatuhi oleh setiap kegiatan usaha, serta setiap kegiatan usaha juga memiliki aturan-aturan yang mesti dipatuhi oleh perusahaan tersebut.

"Bukan berarti ketika mereka sudah membangun sebuah kegiatan usaha terus mereka melupakan aturan dan kewajiban yang seharusnya mereka penuhi. Salah satunya adalah pajak dan tentu penutupan gerai-gerai yang dilakukan pemkot ini tidak lepas dari kepatuhan terhadap aturan usaha yang diterapkan keseluruh kegiatan usaha," kata dia.

Namun lanjut Erwin, jangan hanya bakso Sonhaji saja tetapi seluruh kegiatan usaha juga ditutup jika melanggar.

Hal ini dilakukan guna meningkatkan serta memperbaiki sistem pendapatan daerah yang dari tahun ketahun selalu mengalami kerugian pendapatan yang besar dibandingkan dengan kabupaten/kota yang lainya.

"Karena Pemkot Bandarlampung saat ini terlalu tinggi potensial loss nya atau kerugian potensialnya khususnya di bidang pendapatan daerah," ungkap dia.

Menurut Erwin, lima tahun terakhir pendapatan Pemkot Bandarlampung tidak pernah mencapai target sebesar 90 persen (jika dibandingkan dengan 14 kabupaten/kota se Lampung).

Pemkot hanya bisa mencapai pendapatan sebesar 75 persen sampai 80 persen dan sudah masuk kategori baik. 

Tetapi, pencapaian yang dikatakan baik itu masih jauh dari kata wajar dan malah berada di bawah kabupaten/kota lainya yang ada di provinsi Lampung.

"Mungkin Bandarlampung miliki target yang wajar tapi realisasinya tidak wajar," tutup dia.