Penyelidikan Kejati atas Dana KONI Menuai Dukungan

Pelepasan Kontingen Lampung ke PON XX Papua/ Vera
Pelepasan Kontingen Lampung ke PON XX Papua/ Vera

Langkah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung yang mulai penyelidikan atas dana Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Lampung sebesar Rp30 Miliar menuai dukungan banyak kalangan. 


Pengamat Kebijakan Publik yang juga Ketua MKGR Lampung Nizwar Afandi, bahkan memberikan masukan bahwa penyelidikan mungkin bisa dimulai dari dua hal, yakni anggaran publikasi dan pengadaan pakaian dan perlengkapan atlet beserta official. 

"Dua-duanya relatif nggak sulit ditelusuri karena penggunaannya berbentuk produk, bisa diukur dan dihitung," kata Affan, sapaannya, Senin (13/9).

Ia menjelaskan, anggaran publikasi dapat dilihat jejaknya, jika berbentuk barang cetakan akan ada bukti fisiknya dan jika berbentuk pariwara elektronik akan ada jejak digitalnya. 

"Pokoknya jangan lupa prinsip dasar 'follow the money'," tambahnya. 

Pernyataan ini diamini oleh politikus senior yang juga pernah menjadi Wakil Ketua Umum II Bidang Organisasi KONI Lampung (2019) Alzier Dianis Thabranie. 

"Bidang pelatihan, media dan humas itu paling rentan dikorupsi," kata dia kepada Kantor Berita   RMOLLampung. 

Namun, saat ini, semua pihak harus mendukung proses penyelidikan yang tengah dilakukan Kejati Lampung. Termasuk, melakukan audit dana KONI Lampung yang rentan jadi bancakan. 

Ketua Partai Ummat Lampung Abdullah Fadri Auli meminta Kejati melakukan penyelidikan secara objektif dan transparan terhadap penggunaan dana hibah koni sebesar Rp30 Miliar.

"Baik terhadap aplikasi penyaluran untuk persiapan pelatihan atlet maupun terhadap pengadaan barang yang dibutuhkan untuk persiapan menghadapi PON XX tahun 2020," katanya. 

"Termasuk dasar hukum yang digunakan serta panitia yang ditunjuk untuk pengadaan juga perusahaan yang dipercaya untuk melakukan pengadaan, sehingga semua akan terlihat dengan jelas," tambahnya. 

Ia juga meminta masyarakat dan stakeholder yang memahami informasi apapun terkait hal ini dapat memberikan informasi ke Kejati untuk membantu penyelidikan. 

Sebelumnya, Kasi Penkum Kejati Lampung Andrie W Setiawan mengatakan, kasus ini sudah dalam tahap penyelidikan dan pihaknya sudah memeriksa beberapa saksi. 

Namun, pihaknya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut selama tahapan penyelidikan ini dan meminta masyarakat dan media untuk bersabar.