Perda Pengelolaan Air Limbah Domestik Tak Didukung Penambahan IPAL 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bandar Lampung, Iwan Gunawan/Tuti
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bandar Lampung, Iwan Gunawan/Tuti

Pemerintah Kota Bandar Lampung tidak ada rencana menambah jumlah instalasi pengelolaan air limbah (IPAL). Padahal IPAL memiliki peran penting dalam mengelola air limbah domestik dan mencegah pencemaran.


Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Bandar Lampung, Iwan Gunawan mengatakan terdapat 70 (IPAL) di Bandar Lampung yang dikelola oleh masyarakat. Kedepannya tidak ada rencana untuk penambahan IPAL baru. 

Menurutnya, IPAL yang ada saat ini merupakan bantuan dari kerjasama dengan Islamic Development Bank (IDB) dan Asian Development Bank (ADB). Pembuatan telah dilakukan sejak 2015-2016. 

"70 IPAL itu sudah lama dari tahun 2015-2016, tidak ada rencana penambahan itu hibah dari IDB dan ADB," kata Iwan Gunawan, Kamis (1/9). 

Sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung berkomitmen meningkatkan kesehatan masyarakat melalui sanitasi. Salah satu fokusnya yakni pengelolaan air limbah domestik. 

Saat ini Kota Bandar Lampung telah memiliki Peraturan Daerah nomor 7 tahun 2020 tentang Pengelolaan Air Limbah Domestik yang diundangkan pada 23 Desember 2020 terdiri atas 21 bab dan 70 pasal. 

Kepala Bappeda Kota Bandar Lampung, Khaidarmansah mengaku untuk mendukung program tersebut, perumahan di Kota Bandar Lampung diwajibkan membuat IPAL komunal. Pemerintah sendiri memiliki sejumlah IPAL seperti di Garuntang, Kota Karang, Kampung Pelangi. 

"IPAL itu akan terus kita tingkatkan karena di daerah pesisir perlu dibangun IPAL agar tidak dibuang ke laut seperti di Pulau Pasaran," ujarnya.