Perdagangan Luar Negeri Lampung Surplus 172,26 Juta Dolar AS

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, neraca perdagangan luar negeri Provinsi Lampung pada April 2020 mengalami surplus sebesar 172,26 juta dolar AS.


Hal ini dapat dijelaskan dari nilai ekspor yang mencapai 246,78 juta dolar vAS, lebih tinggi dari nilai impor hanya 74,53 juta dolar AS.

"Surplus neraca perdagangan Provinsi Lampung pada April 2020 ini, diperoleh dari negara 10 negara utama lainnya sebesar 82,73 juta dolar AS, kelompok negara Uni Eropa sebesar 62,98 juta dolar AS, kelompok negara lainnya sebesar 9,74 juta dolar AS. Sementara defisit neraca perdagangan diperoleh dari negara ASEAN sebesar 23,17 juta dolar AS," kata Kepala BPS Provinsi Lampung, Faizal Anwar kepada Kantor Berita RMOLLampung, Selasa (16/6).

Menurutnya, nilai ekspor Provinsi Lampung pada April 2020 ini mengalami peningkatan 23,93 juta dolar AS atau naik 10,74 persen dibandingkan ekspor pada Maret 2020 yang hanya 222,85 juta dolar AS. Serta mengalami peningkatan juga pada bulan yang sama pada tahun 2019.

"Nilai ekspor April 2020 ini jika dibandingkan dengan April 2019 yang tercatat 195,81 juta dolar AS, mengalami peningkatan sebesar 50,97 juta dolar AS atau naik 26,83 persen," jelasnya.

Lanjutnya, peningkatan ekspor April 2020 terhadap Maret 2020 terjadi pada tujuh golongan barang utama seperti batu bara naik 46,40 persen, daging dan ikan olahan naik 42,65 persen, lemak dan minyak hewan atau nabati naik 20,86 persen, kopi dan teh, serta rempah-rempah naik 19,03 persen, ampas/sisa industri makanan naik 15,33 persen, bubur kayu/pulp naik 11,83 persen, dan ikan dan udang naik 6,96 persen.

"Golongan barang utama yang mengalami penurunan ekspor seperti olahan dari buah-buahan/sayuran turun 14,68 persen. Kayu, barang dari kayu turun 13,22 persen. Karet dan barang dari karet turun 10,59 persen," ujarnya.

Sedangkan nilai impor Provinsi Lampung pada April 2020 mencapai 74,53 juta dolar AS atau mengalami penurunan sebesar 29,13 juta dolar AS

atau turun 28,10 persen dibanding Maret 2020 yang tercatat 103,66 juta dolar AS. Serta mengalami penurunan pada bulan yang sama tahun 2019.

"Nilai impor April 2020 tersebut juga lebih rendah 323,79 juta dolar AS atau turun 81,29 persen jika dibanding April 2019

yang tercatat 398,31 juta dolar AS," ujarnya.

Lanjutnya, dari sepuluh golongan barang impor utama pada April 2020, empat diantaranya mengalami peningkatan, seperti pupuk naik 295,49 persen, lokomotif dan peralatan kereta api naik 189,87 persen, ampas/sisa industri makanan naik 108,04

persen, dan bahan kimia anorganik naik 41,94 persen.

"Golongan barang impor utama yang mengalami penurunan seperti binatang hidup turun 54,53 persen, gula dan kembang gula turun 31,45 persen, besi dan baja turun 19,48 persen, mesin-mesin/pesawat mekanik turun 18,25 persen, berbagai produk kimia turun 6,41 persen, dan bahan kimia organik turun 5,53 persen," jelasnya.