Perindo Sesalkan Aksi Lurah Larang Warga Berkumpul

Partai Perindo Bandarlampung menyesalkan tindakan aksi lurah dalam video cekcok antara Wakil Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar versus Lurah Tanjungbaru Hendry Satria, Senin kemarin (3/8).


Yusuf Kohar diprotes Lurah lantaran memberikan bantuan sembako politik dan mengumpulkan warga.

Ketua Partai Perindo Bandarlampung Susanti mengatakan, dalam Pasal 28 Undang-Undang Dasar 1945 berbunyi: Kemerdekaan berserikat dan berkumpul, mengeluarkan fikiran dengan lisan dan tulisan dan sebagainya ditetapkan dengan undang-undang.

Susanti menilai, pelarangan tersebut melanggar HAM dan Demokrasi di Kota Ragom Gawi.

Lantaran, dalam UU No 39 tahun 1999 pasal 24 ayat (1) Tentang Undang-Undang Hak Asasi Manusia (UU HAM), bahwa setiap orang berhak untuk berkumpul, berapat, dan berserikat untuk maksud-maksud damai.

Perindo menyayangkan tindakan yang dilakukan Lurah tersebut. Seharusnya, lanjut Susanti, mereka sebagai lembaga yang independen dan mengayomi masyakarat. Sehingga hal tersebut adalah, tindakan yang telah menciderai nilai-nilai HAM dan Demokrasi.

“Padahal di masa New Normal Pandemi Covid 19 ini, telah dibebaskan kembali warga untuk melakukan aktivitas seperti sedia kala asalkan mematuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan,” ujarnya, Rabu (5/8).

Apalagi Yusuf Kohar yang ingin bersosialisasi tersebut tidak melanggar aturan hukum yang ada. Mereka masih bebas untuk melakukan sosialisasi sebelum adanya penetapan calon oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Sehingga larangan yang dilakukan oleh oknum-oknum tersebut tidak berdasar, karena sejatinya negara menjamin kebebasan setiap warganya untuk mengeluarkan pendapat, berkumpul dan berserikat,” tambahnya.

Partai Perindo Kota Bandarlampung meminta kepada Aparat Penegak Hukum untuk segera mengambil tindakan tegas atas situasi pelanggaran ini.

Diketahui, Partai Perindo adalah salah satu partai pengusung Yusuf Kohar-Tulus Purnomo dalam Pilwakot Bandarlampung desember mendatang.

Pasangan Yutuber bisa dipastikan bakal maju, lantaran sudah mengantongi total 16 kursi dari Partai Demokrat (5), Partai Perindo (2), PAN (6) dan PKB (3).