Perkuat Supermasi Hukum, FRPKB Teken MoU dengan MA dan Kemenhan RI

Ketua FRPKB, Prof Karomani dan Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan melakukan penandatanganan nota kesepahaman/Tuti
Ketua FRPKB, Prof Karomani dan Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan melakukan penandatanganan nota kesepahaman/Tuti

Meningkatkan supermasi hukum, Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB) melakukan penandatanganan Memorandung of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman dengan Mahkamah Agung RI dan Kemenhan RI. 


Ketua FRPKB, Prof Karomani mengatakan mengatakan penandatanganan nota kesepahaman ini sejalan dengan konsep kampus merdeka dan merdeka belajar. 

"Kita menyambut dengan konkret dan dapat diimplementasikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing di berbagai Universitas," kata Prof Karomani, Kamis (23/12). 

Ia berharap nota kesepahaman tersebut bukan sekedar kesepemahaman kosong, namun betul-betul ditindaklanjuti agar manfaatnya terasa oleh semuanya. 

"Perlu diketahui satu tahun yang lalu anggota FRPKB berjumlah 35 rekor, namun berjalannya waktu anggota FRPKB menjadi 50 rektor," jelasnya. 

Sementara itu, Sekretaris Mahkamah Agung, Hasbi Hasan menyambut baik inisiasi dari FRPKB untuk melaksanakan nota kesepahaman dengan Sekretaris Mahkamah Agung RI terkait Penelitian dan Pengembangan Hukum.

"Nota kesepahaman ini sejalan dengan salah satu giat unit kerja di Mahkamah Agung, yaitu Puslitbangkumdil Mahkamah Agung yang selama ini mengadakan riset terkait pengembangan administrasi, penanganan perkara, serta pengembangan keilmuan hukum," ujarnya. 

Ia berharap dengan adanya kesepahaman ini, giat riset di Mahkamah Agung dapat berjalan lebih intensif dari sebelumnya sehingga memberi kontribusi masif, tidak hanya bagi Mahkamah Agung, tetapi juga stakeholders lain.

Hal sama juga disampaikan Jenderal TNI Jubei Levianto, saya mewakili dirjen potensi pertahanan. Pihaknya menyambut baik nita kesepahaman tersebut. 

"Kami mendukung program ini karena mendorong mahasiwsa untuk menguasai berbagai keilmuan dan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja. Ini terobosan dari menteri pendidikan untuk lulusan memiliki softskill yang lebih siap menghadapi dunia kerja," jelasnya.