Pertahankan Kualitas Rasa Jadi Kunci RM Minang Indah Bertahan Saat Pandemi

Founder Rumah Makan Minang Indah Grup, Junaedi/ Tuti
Founder Rumah Makan Minang Indah Grup, Junaedi/ Tuti

Di tengah pandemi Covid-19, tak sedikit pengusaha kuliner terpaksa gulung tikar karena sepinya pembeli.


Namun, berbeda dengan Rumah Makan (RM) Minang Indah yang justru memperbanyak cabangnya menjadi 14 gerai di Lampung.

Founder RM Minang Indah Grup, Junaedi mengaku dalam waktu dekat pihaknya akan meresmikan gerai barunya yang berada di Jalan A Yani Gedongtataan Kabupaten Pesawaran. 

"Insyaallah Kamis (15/7) depan akan diresmikan cabang baru yang ada di Pesawaran," kata Junaedi kepada Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (11/7).

Junaedi yang kini berusia 45 tahun ini mengaku, awal pandemi Covid-19 usahanya juga mengalami penurunan omset secara drastis yakni 40 persen. 

Salah satu gerai Rumah Makan Minang Indah di Jalan Z A Pagar Alam (Gang PU) Kota Bandarlampung/ Tuti 

Namun, penurunan tersebut tidak berangsur lama, hanya dua bulan para pelanggannya kembali datang. 

"Awal-awal Covid-19 itukan masyarakat banyak yang takut keluar rumah, jadi sempat juga mengurangi volume masakan," ujarnya. 

Menurutnya, untuk bisa bertahan di masa pendemi Covid-19 yakni mempertahankan kualitas rasa, agar para pelanggan tidak beralih ke rumah makan lain. 

"Selian itu, harga yang pas dikantong juga mempengaruhi pelanggan. Sehingga harga jangan terlalu mahal. Kebersihan dan pelayanan yang baik juga harus diperhatikan," jelasnya. 

Junaedi mengaku menu makan yang ia jual masih tergolong murah dimana nasi telur hanya Rp 10 ribu, nasi ayam Rp 16 ribu, nasi rendang Rp 18 ribu dan nasi kotak Rp 19 ribu. 

"Kita juga ada menu dadakan, dimana jika salah satu anggota keluarga memiliki bukan masakan Padang. Kalau menu khas itu ada dendeng balado, ayam goreng panas, dan sop daging," ujarnya. 

Sebelum membangun usahanya, Junaedi sempat bekerja dengan orang lain di rumah makan Padang. Menurutnya hampir 15 tahun  ia bekerja, hingga berani membuka usaha sendiri. 

"Karena modal pas-pasan, saya agak kesusahan mendapatkan kepercayaannya orang seperti tukang ayam dan lainnya, karena usaha saya belum ada yang kenal. Tapi sekarang Alhamdulillah sudah punya pemotongan ayam sendiri," jelasnya. 

Selain memiliki 14 gerai RM Minang Indah, Junaedi juga memiliki 3 gerai Rumah Makan Embun Pagi. 

"Total pegawai sekitar 188 orang, itu sudah termasuk pegawai di pemotongan ayam dan gudang bumbu," ujarnya.