Pertontonkan Hiburan Tak Senonoh, MUI Ingatkan Panitia Lampung Fair Jaga Perasaan Publik

Ketua MUI Lampung, Prof Mukri/Tuti
Ketua MUI Lampung, Prof Mukri/Tuti

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung mengingatkan panitia Lampung Fair untuk menjaga perasaan publik. Pasalnya hiburan yang dipertontonkan Lampung Fair melalui Duo Gobas menciderai norma dan etik masyarakat. 


Ketua MUI Lampung, Prof Moh Mukri mengatakan silahkan Lampung Fair diisi dengan hiburan penyanyi dengan berjoget, namun ada etika yang harus diperhatikan. Mengingat masyarakat Lampung adalah masyarakat beragama yang menghargai kesopanan berpakaian. 

“Panitia Lampung Fair jangan seperti ini. Boleh menghibur tapi jangan sampai ada pihak-pihak yang terlanggar dan melampaui batas, seperti penyanyi yang sampai terlihat celana dalamnya. Itukan sudah tak sesosoh dan berlebihan,” kata Prof Mukri, Minggu (6/11).

Menurutnya, event Lampung Fair harusnya bisa menyajikan hiburan yang sesuai dengan standar berdasarkan kesepatakatan masyarakat. Hiburan dalam batas wajar tidak berlebihan. 

“Kita tidak mengharamkan, mungkin dengan penampilan seperti ada orang yang nafsunya terhibur. Tapi itukan ditengah-tengah masyarakat yang sangat beragam. Mungkin ada juga masyarakat yang ke Lampung Fair ingin melihat pameran, tapi ketika melihat sajian seperti itu menciderai perasaan masyarakat,” ujarnya. 

Sebelumnya, event Lampung Fair menampilkan Duo Gobas berpakaian seksi bergoyang dengan gerakan yang tidak senonoh.  Bahkan sampai-sampai (maaf, celana dalam penyanyi) terlihat.

"Saya mendapatkan kiriman video itu. Mestinya pada Lampung Fair yang diumumkan ke publik itu hasil positifnya berupa jumlah transaksi dan nilai ekonomi yang tercatat selama beberapa sejak penyelenggaraan. Tunjukkan bahwa ketika dikelola oleh Apindo memang ada perbedaannya dibandingkan dengan tidak dikelola oleh Apindo. Bukan justru menampilkan tontonan seperti itu," ujar Pengamat Pembangunan Daerah, Nizwar Affandi.