Petugas Bakar Dan Tebas Kopi Di Tahura Wan Abdul Rachman




UPTD KPHK Tahura Wan Abdul Rachman membakar tiga pondok, merobohkan satu pondok, serta menebas tanaman kopi dan lainnya di kawasan hutan Talang Riau, Kabupaten Pesawaran, Kamis (24/7).

Langkah tersebut upaya perlindungan kawasan hutan, kata Eny Puspasari, ketua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Wan Abdul Rachman.

"Talang Riau disepakati dengan kelompok masyarakat sebagai kawasan yang dilarang untuk aktivitas apapun. Apalagi sampai membuka lahan " katanya kepada Erlan Syoffandi dari Kantor Berita RMOLLampung.

[caption id="attachment_60170" align="alignnone" width="689"] Petugas bersama masyarakat berkumpul sebelum aksi di Posko Lintang Tahura/Foto Lintang Tahura[/caption]

Sebelum dibakar dan robohkan, pihaknya telah mengingatkan warga agar tidak melakukan aktivitas di kawasan lindung tersebut.

Bahkan, pihaknya sudah berulang kali patroli untuk mengingatkan bahkan memasang benner peringatakan agar warga tak beraktivitas di kawasan tersebut.

Karena peringatan tidak diindahkan, pihaknya terpaksa bertindak tegas.

[caption id="attachment_60171" align="alignnone" width="538"] Eny Puspasari, ketua Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan Konservasi (KPHK) Wan Abdul Rachman langsung memimpin operasi pembakaran gubuk di kawasan hutan/Foto Lintang Tahura[/caption]

Dalam kawasan lindung yang berada di ketinggian 1300 mdpl tersebut, ada empat sampai lima hektare lahan hang telah dibuka.

Sedangkan untuk lahan yang telah ditanami tanaman, luasnya ada sekitar lebih kurang setengah hektare.

"Lahan yang sudah dibuka secara liar lebih kurang 4-5 hektare, setengah hektarenya sudah ditanam pohon kopi dan tembakau," kata dia.

Semua tanaman telah dimusnahkan agar kawasan tersebut kembali lestari.