PGLPG Pesawaran Gelar Aksi Tanyakan Status Usai Seleksi P3K

Foto Rama

Puluhan tenaga guru honorer yang tergabung dalam Persatuan Guru Lulus Passing Grade (PGLPG) Kabupaten Pesawaran melakukan aksi damai di depan kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kabupaten setempat.


Dalam aksi damai tersebut para guru honorer meminta kepastian kepada Pemerintah Daerah (Pemda) mengenai status mereka setelah mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). 

"Kami ada 342 orang tenaga guru honorer yang lulus passing grade, tapi sampai sekarang belum ada kepastian, bahkan ada informasi yang akan diakomodir hanya 91 orang saja," kata Koordinator Lapangan (Korlap) PGLPG Kabupaten Pesawaran Panji, Senin (7/11). 

"Kami juga sudah beraudiensi beberapa kali dengan DPRD, BPKAD dan BKPSDM mengenai persoalan ini," ujarnya.

Menanggapi hal itu Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Pemkab Pesawaran Marzuki mengatakan jika Pemkab Pesawaran telah mengambil langkah kebijakan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. 

"Menyikapi persoalan ini, pak Bupati Dendi Ramadhona telah mengambil kebijakan yang rasional, dimana kita akan akomodir apa yang disampaikan oleh para teman-teman guru honorer, kita akan angkat guru honorer menjadi P3K tapi sesuai kemampuan anggaran kita dan kita lakukan bertahap," kata Marzuki.

"Sebab jangan sampai kita angkat 342 orang guru honorer ini semua, tapi karena kemampuan anggaran kita terbatas, nanti malah nasibnya tidak jelas, sudah status honorernya lepas, P3Knya tidak jelas," kata dia. 

Ia mengaku, Pemkab Pesawaran selalu mengambil langkah pemerataan dalam menyikapi persoalan honorer. 

"Kenapa kita bertahap baru 91 orang guru honorer yang akan terakomodir, karena kita juga harus selesaikan bagaimana honorer tenaga kesehatan, kemudian honorer tenaga teknis lainnya, yang juga ingin terakomodir menjadi P3K ini, maka kita polanya bertahap sesuai kemampuan anggaran kita," timpalnya.

Kemudian, lanjutnya, kondisi anggaran pasca pandemi Covid-19 dari tingkat daerah hingga ke pusat sedang dalam keadaan belum stabil. 

"Untuk anggaran gaji kita perlu adanya penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) dari pusat, makanya mari kita doakan agar pak Bupati selalu sehat, karena sampai sekarang pak Bupati juga terus berusaha meminta penambahan DAU ke pusat untuk mengakomodir kebutuhan pengangkatan P3K ini, baik itu Guru, Tenaga Kesehatan maupun tenaga teknis lainnya," pungkasnya.