PH Babay Chalimi akan Laporkan Penjualan Aset PT SBB ke Satgas Mafia Tanah

Gedung PN Tanjungkarang/ RMOLLampung
Gedung PN Tanjungkarang/ RMOLLampung

Sesuai yang dijadwalkan, Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang melanjutkan teguran (aanmaning) putusan inkracht PT. Sumber Batu Berkah (SBB), Rabu (20/7). Kasus ini dimenangkan penggugat Babay Chalimi dengan perkara nomor 15/PDT.G/2002/PN TK.


Namun, menurut Amrullah selaku Kuasa Hukum atau PHB Babay Chalimi, Ketua PN Syamsul Arief memulai proses eksekusi dari awal kepemimpinannya.

Padahal, aanaming sudah dilakukan sejak 2019 sejak zaman PN dipimpin oleh Timur Pradopo. Seharusnya PN tinggal melaksanakan putusan yanh telah ickhrah yakni membuat berita acara sita dan pengosongan.

"Ini menunda dan masih menunggu 3 minggu lagi untuk memanggil ahli waris almarhum Kohar Wijaya, yang telah menjadi warganegara asing yakni Singapura dan Amerika. Pertanyaan rekan saya di tim PH, Ujang Tomy ke forum aanmaning, siapa yang menjual aset PT SBB ke pihak ketiga setelah wafatnya Kohar Wijaya? Permasalahan ini akan kami laporkan ke satgas mafia tanah," ujar Amrullah, Rabu (20/7).

Padahal semua pihak ahli waris telah dipanggil melalui panggilan umum Surat Kabar Harian Umum Lampung Pos pada 3 minggu lalu.

"Dan seharusnya hari ini sudah dilakukan jadwal pelaksanaan eksekusi dan pengosongan dengan menyiapkan berita acara Sita dan pengosongan serta surat pemberitahuan kepada aparat kelurahan," tambah Amrullah.

Sebelumnya, Ujang Tommy memaparkan aset-aset yang dimohonkan eksekusi dan pengosongan. Semuanya menurut dia ada di Penetapan Eksekusi nomor 26/Pdt.Eks.PTS/2019/PN Tjk yang ditandatangani Ketua PN Tanjungkarang, Timur Pradoko, tanggal 14 Oktober 2019.

Pertama, tanah dan bangunan eks restoran KOHARU di jalan Ikan Tenggiri Nomor 17 Kelurahan Pesawahan, Telukbetung, Bandar Lampung.

Kedua tanah dan bangunan rumah di Jalan Sriwijaya Nomor 17 Kelurahan Enggal, Tanjungkarang, Bandar Lampung.

Ketiga objek tanah dan gedung kantor PT. SBB di jalan Raya Srengsem Kilometer 12 Panjang, Bandar Lampung.

Keempat objek tanah dan bangunan rumah di jalan Selat Malaka V nomor 26, RT 02/RW 02 Kelurahan Panjang Selatan, Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.

Kelima objek tanah dan bangunan rumah di kompleks BTN III Way Halim di Jalan Eboni Blok TF-1 Nomor 20 Kelurahan Way Dadi, Sukarame, Bandar Lampung.

Keenam tanah dan bangunan rumah di jalan Taman Patra X Nomor 3 RT 005/RW 004 Kelurahan Kuningan Timur, Jakarta Selatan.

“Saya rasa semua objek sita ini sangat jelas tertera di penetapan eksekusi nomor 26/Pdt.Eks.PTS/2019/PN Tjk yang ditandatangani Ketua PN Tanjungkarang, Timur Pradoko,” jelas dia.