Picu Banjir, Walhi Desak Pemkot Tegas Terhadap Pelanggaran Pembangunan Living Plaza

Banjir yang diduga Walhi sebagai dampak pembangunan Living Plaza/Ist
Banjir yang diduga Walhi sebagai dampak pembangunan Living Plaza/Ist

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Lampung menduga banjir yang terjadi di Jalan ZA Pagar Alam pada Selasa (9/11) sore akibat adanya pembangunan Living Plaza, karena memang daerah tersebut adalah daerah resapan air. 


Peringatan Walhi Terbukti, 2 Jam Hujan Daerah Sekitar Living Plaza Banjir

Direktur Walhi Lampung, Irfan Tri Musri mengatakan banjir yang terjadi di Nunyai menyebabkan ditutupnya arus lalulintas, sehingga pada pengendara diminta putar balik. 

"Masyarakat akhirnya mengambil langkah alternatif menghancurkan pembatas jalan agar air dengan cepet mengalir ke bawah. Hingga saat ini, belum ada solusi lain yang bisa dilakukan warga jika terjadi banjir," kata Irfan Tri Musri, Rabu (10/11). 

Menurutnya, Walhi sebelumnya telah menolak adanya rencana pembangunan Living Plaza, karena lokasinya selama ini menjadi daerah persinggahan air ketika sungai meluap. 

"Peringatan kami terkait potensi bencana di wilayah tersebut pun terbukti, pada hujan yang hanya 2 jam sudah tergenang banjir. Kami duga akibat dari aktivitas peningkatan ketinggian permukaan air tanah di Living Plaza dan pemasangan pagar beton di sepanjang sungai," ujarnya. 

Lanjutnya, peristiwa banjir ini merupakan peringatan agar Pemerintah Kota Bandar Lampung harus tegas jika memang ada pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan korporasi yang merugikan rakyat, harus diberi sanksi. 

Terlebih saat ini, kata Irfan Pemkot dan DPRD sedang melakukan revisi terhadap RTRW Kota Bandar Lampung. Tentunya diharapkan revisi Perda tersebut dapat menjadikan Bandar Lampung lebih baik lagi.