Pimpinan DPRD Tanggamus - Direktur Bahas Khusus Masalah PT AUTJ

Dari kiri: Imron Saleh, Kurnain dan Baharen/ Zairi
Dari kiri: Imron Saleh, Kurnain dan Baharen/ Zairi

Wakil Ketua DPRD Tanggamus Kurnain memanggil  Direktur PT. Aneka Usaha Tanggamus Jaya (AUTJ) guna mengklarifikasi terkait persoalan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut, Jumat (14/1) sore.


Kurnain asal Fraksi Partai Nasdem, didampingi Baharen dari Fraksi PPP mengatakan, mereka sengaja memangil secara khusus guna mengetahui duduk masalah yang mengakibatkan BUMD itu merugi.

Sebelumnya pada Kamis 13 Januari kemarin, jajaran direksi rapat dengar pendapat atau hearing dengan komisi II, dengan agenda yang sama.

Hal tersebut dilakukan menangapi kegelisahan masyarakat karena SPBU Nomor 24.353.91 Talagening Kota Agung tidak beroperasi pada siang hari, namun sering melakukan pengecoran jeriken dan mengabaikan pengisian kendaraan lain, serta dengan alasan keterlambatan pengiriman.

Dari penjelasan Direktur PT AUTJ tersebut disimpulkan sebagai berikut, kurang mampunya managemen perusahaan dalam mengelola BUMD tersebut, tidak efektifnya managemen pendistribusian, tidak berjalannya pengawasan, serta keseimbangan pengelolaan SPBU dengan Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) Wayku tidak sesuai.

Faktor lain menurut Kurnain, karena tidak adanya tenaga ahli dalam BUMD tersebut. Mereka memberikan estimasi waktu selama 30 hari bagi perusahaan untuk merubah sistem tatakelola badan usaha milik daerah tersebut untuk berbenah.

Apabila dalam waktu tersebut tidak ditindak lanjuti, pihaknya akan memanggil serta melakukan tindakan sesuai kewenangan yang ada.

"Kami juga meminta secara tertertulis data belanja belanja, keluar masuk uang dan laba termasuk beban yang dikeluarkan untuk gaji pegawai, juga meminta struktur jajaran direksi PT. AUTJ, data tersebut akan kami pelajari, apakah ada kemungkinan terjadi kebocoran keuangan yang menyebabkan perusahaan merugi," jelasnya kepada kantor berita RMOLLampung usai pertemuan. 

Direktur PT. AUTJ, Imron Saleh menjelaskan, dirinya tidak mengetahui adanya aktifitas pengecoran BBM pada malam hari di SPBU. Dirinya juga tidak kalau ada fee dari kegiatan pengecoran tersebut. Namun kalau pelayanan untuk pedagang pengecer dan nelayan dalam skala kecil dirinya mengetahui.

Menurut dia, tidak adanya tenaga ahli pada BUMD karena tidak adanya dana. Terkait permintaan data perusahaan oleh pimpinan DPRD Tanggamus, dalam dua hari ini akan segera dikirim.

"Saya akan mengevaluasi managemen perusahaan, khususnya di bidang pengawasan dan operasional, saya berjanji dalam waktu satu bulan semuanya bisa berjalan lancar seperti sebelumnya, dengan harapan bisa kembali mendapat keuntungan sebesar Rp4 juta satu hari, kalau semuanya full," ungkapnya.