Pimpinannya Ditangkap, Kantor Pusat Khilafatul Muslimin Dijaga Brimob dan Jamaah

Brimob Polda Lampung berjaga depan Kantor Khilafatul Muslimin/ Ist
Brimob Polda Lampung berjaga depan Kantor Khilafatul Muslimin/ Ist

Pasca ditangkapnya pimpinan tertinggi organisasi masyarakat (ormas) Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Baraja oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya di Jalan WR Supratman, Pesawahan, Kota Bandar Lampung, kantor pusat ormas itu dijaga ketat petugas kepolisian dari Brimob Polda Lampung.


Selain petugas kepolisian, terlihat juga sejumlah jamaah Khilafahtul Muslimin juga turut melakukan pengamanan.

Abu Bakar, salah satu jamaah khilafahtul muslimin membenarkan, terkait penangkapan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. "Iya benar, Khalifah ditangkap selesai salat subuh," kata Abu Bakar. 

Disinggung adakah pesan khusus yang disampaikan oleh Khalifah saat ditangkap, Abu Bakar mengungkapkan bahwa Khalifah memerintahkan untuk selalu berdoa dan tawakal kepada Allah SWT. 

"Enggak ada pesan khusus, kami disuruh berdoa kepada Allah, dan sabar menghadapi cobaan ini " ungakapnya.

Sebelumnya, Pimpinan Khilafahtul Muslimin, Abdul Qadir Baraja diamankan Polda Metro Jaya sekitar pukul 06.00 WIB. Ia diamankan lantaran diduga telah menyebarkan ajaran atau paham yang bertentangan dengan Pancasila dan menyebarkan berita bohong.

Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Hengki Haryadi dalam keterangan pers di Mapolresta Bandar Lampung, pada Selasa (7/6).

"Yang dalam pelaksanaannya kami dibantu oleh pimpinan daerah Kota Bandar Lampung kami laksanakan penangkapan sesuai dengan SOP dan prosedur secara humanis di mana dalam kegiatan pagi ini merupakan rangkaian upaya penyelidikan Polri terhadap tindak pidana organisasi masyarakat yang menganut mengembangkan menyebarkan ajaran ataupun paham yang bertentangan dengan Pancasila dan penyebaran berita bohong," ungkap Hengki. 

Sementara itu, dari hasil penyelidikan pihaknya, ada hal yang sangat kompresif dari apa yang disampaikan oleh pimpinan khilafatul Muslimin baik petinggi yang kita tangkap ataupun petinggi di wilayah lain yang mengatakan bahwa mereka tidak bertentangan dengan Pancasila. 

"Namun setelah kami analisis dari penyelidikan ternyata kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh gelar atau kaum muslimin ternyata kegiatan ini sangat bertentangan dengan Pancasila," tukasnya. 

Selanjutnya, Hengki melanjutkan bahwa mereka memiliki website YouTube, yang kemudian ada juga tim-tim yang setiap bulan menerbitkan pamflet atau selebaran-selebaran atas analisis berbagai kegiatan, baik ahli agama Islam dari ahli pidana dan sebagainya. 

"Menyatakan bahwa ini merupakan bentuk kegiatan melawan hukum terhadap undang-undang dan tentang penyebaran penyebaran berita bohong yang menimbulkan keonaran. Nah, di sini yang perlu diketahui yang pertama adalah apa yang disampaikan oleh mereka selama ini mendukung NKRI dan Pancasila bahwa faktanya tidak benar," pungkasnya.