Pj Bupati Mesuji Sulpakar Diperiksa KPK, Kuasa Hukum Rektor Unila: Itu Hasil Pengembangan

Sulpakar saat dilantik jadi Pj Bupati Mesuji oleh Gubernur Lampung beberapa waktu lalu/dok Pemkab Mesuji
Sulpakar saat dilantik jadi Pj Bupati Mesuji oleh Gubernur Lampung beberapa waktu lalu/dok Pemkab Mesuji

Penjabat (Pj) Bupati Mesuji Sulpakar Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung ikut diperiksa KPK di Jakarta terkait kasus suap yang menjerat Rektor Universitas Lampung (Unila), Karomani, Kamis (24/11).


Menurut Kuasa Hukum Rektor Unila Karomani, Resmen Kadafi, nama Sulpakar tak masuk dalam daftar 33 nama pemberi uang untuk menitipkan mahasiswa lolos Unila lewat jalur mandiri.

"Kami baru tahu kalau Sulpakar turut dipanggil,  kalau di 33 nama itu tidak ada, mungkin ini pengembangan dari saksi-saksi lain atau pada penerimaan mahasiswa tahun sebelumnya," kata Resmen.

Ia menambahkan, pihaknya belum mengetahui pasti Sulpakar diperiksa KPK sebagai apa. Namun, pihaknya mengapresiasi langkah penyidik KPK untuk mempercepat pemberkasan perkara ini agar segera dilimpahkan.

"mudah-mudahan ini cara KPK menunjukkan tidak adanya perlakuan khusus kepada saksi dan hal-hal yang bisa menentukan adanya tersangka baru," lanjutnya.

Selain Sulpakar, KPK memanggil Anggota DPR RI Fraksi PDIP Utut Adianto dari Dapil Jawa Tengah VII dan Anggota DPR RI Fraksi Nasdem dari Dapil Lampung II yang juga mantan Bupati Waykanan Tamanuri. 

Selanjutnya, Rektor Universitas Tirtayasa Fatah Sulaiman, Dekan Fakultas Teknik Unila Dr. Eng. Helmy Fitriawan, M Komaruddin selaku PNS Unila dan Nizamuddin dari Universitas Syah Kuala selaku pelaksana teknis penerimaan mandiri.

"Ada yang memang masuk (33 nama pemberi uang) seperti Pak Tamanuri dan lainnya," kata Resmen.