Pj Kapekon Tengor Cukuhbalak Bisa ÔÇÿTerjerat' Tarup Bekas

Inspektorat Tanggamus segera memeriksa Penjabat Kepala Pekon (Pj Kakon) Tengor Kecamatan Cukuhbalak.


Itu lantaran mencuatnya dugaan mark-up  penggunaan angaran Dana Desa (DD) tahun 2019 untuk Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) dan lampu jalan.

Penyertaan modal Bumdes pekon setempat, senilai Rp 110 juta untuk pembelian 10 unit tarup ukuran 3x6, dan 1 unit pangung, semuanya bekas pakai.

Lalu, pemasangan 250 unit lampu jalan, 600 ribu/unit, dengan rincian Rp 550 ribu tiang dan lampu, Rp 50 ribu ongkos pasang/unit.

Kepada media, Sekretaris Inspektorat, Gustam, mengatakan, sedang mendalami penggunaan angaran DD tahun 2019.

Menurutnya, informasi yang disampaikan rekan-rekan media, dana Bumdes senilai Rp 110 juta untuk pembelian 10 unit tarup bekas, dan 1 unit panggung bekas, sedang didalami.

"Seharusnya dana sebesar itu dibelikan tarup yang baru, bukan bekas pakai," katanya, Kamis (18/6).

Dia juga mengatakan, untuk pengadaan 250 unit lampu jalan dengan angaran 600 ribu/unit, itu juga masih mereka dalami, apakah sudah sesuai atau belum.

"Semuanya akan kita tindaklanjuti sesuai dengan aturan yang ada," jelasnya.