Plakat Wisuda Tahfizh PPTQ Al-Husna dan Baitul Quran Resmi Terdaftar di HKI 

Plakat berbentuk Huruf Ba'/ Ist
Plakat berbentuk Huruf Ba'/ Ist

Pondok pesantren Tahfizhul Quran Al-Husna - Podomoro dan Biatul Quran - Podosari sudah tidak asing lagi bagi kita di lingkungan Kabupaten Pringsewu, Provinsi Lampung.


Walaupun kedua pesantren ini tergolong baru, namun animo masyarakat sangat tinggi, terlihat dari peningkatan jumlah santri.

Bahkan ada santri dari luar Lampung (Padang Pariaman Sumbar, Jambi, Palembang, Indramayu, Yogjakarta, Jember Jatim dan Banjarmasin Kalsel).

Kedua Pondok Pesantren Tahfizh Qur'an ini dirintis dan diasuh oleh Dr. KH. Abdul Hamid,  M.Pd.I Al-Hafizh, Ketua RMI NU Pringsewu. Kedua Pondok Pesantren ini menfokuskan diri pada program unggulannya pada "Menghafal Alquran" walaupun tetap menjalankan kajian kitab kuning.

Sejak berdiri dari tahun 2016, Pondok Pesantren ini sudah ke-4 kalinya mewisuda santri-santrinya yang sudah menyelesaikan hafalan Qurannya 30 Juz. Sejak awal sudah ada 40 an santri Hafizh-Hafizhah Lulusan kedua Pesantren Tahfizh ini. Uniknya, santri yang di wisuda 30 Juz, diberi Plakat berbentuk Huruf Ba'.

"Plakat huruf Ba' ini sudah di HKI kan (Hak Kekayaan Intelektual) pada 9 agustus 2022 dengan nomor pencatatan  000367771 agar tidak diplagiasi oleh siapapun dan Pondok Pesantren manapun," jelas Abdul Hamid, Kamis (11/8).

Abdul Hamid menjelaskan bahwa alasan pemberian Plakat Tahfizh dengan menggunakan Plakat ber bentuk Huruf "Ba' ", di antaranya adalah: 

Pertama: Huruf Ba' merupakan huruf pertama kali yang di tulis dan di ucapkan dalam ayat al-Qur'an, Syekh Sayid Bakari al-Makki bin Sayid Muhammad Syatho ad-Dimyati menjelaskan dalam kitabnya Kifayah al-Atqiya wa Minhaj al-Asyfiya, Ilmu Allah itu Terkandung dalam Huruf “Ba” 

Kedua: Huruf Ba Pertama kali diucapkan oleh Manusia, Syekh Sayid Bakari al-Makki menambahkan bahwa *Ba' merupakan huruf bibir, Melafalkannya menjadi sebab terbukanya mulut*. Awal terbukanya mulut manusia adalah ketika mengucapkan kesaksian bahwa Allah adalah tuhannya, yaitu pada kata بلى sebagai bentuk kesaksian bahwa Allah adalah satu-satunya sesembahan, pencipta dan penguasa alam semesta (surat al-a'raf ayat 172).

Alasan ketiga, Huruf Ba' dalam awal ayat basmalah selamanya dibaca kasrah. Dalam bahasa Arab disebut dengan huruf jar/ *kasroh*.

Kata Al-Jaru dalam buku M. Kholilur Rohman Lantunan Bait Sentuhan Ruh diartikan dengan "rendah hati atau tawadhu'. 

Alasan keempat: huruf Ba' itu kan seperti perahu, bak/wadah, artinya: se orang santri harus mampu menampung semua lapisan masyarakat dari semua golongan, suku, budaya, bahasa, latar belakang yanh ber beda-beda, namun tujuannya tetap satu, yaitu satu titik di huruf Ba', Allah SWT.