PLN Pesawaran Akui Baru Sosialisasi Aturan Meteran Listrik di Kedondong

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Sejumlah warga di Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran mengeluhkan pelayanan tim operasi penertiban aliran listrik (OPAL) sebagai pihak ketiga yang dipekerjakan oleh Perusahaan Listrik Negara (PLN) setempat. 


Kepala Unit Layanan pelanggan (ULP) PLN Pringsewu dan Pesawaran, Sujadi menyebut pencabutan alat meteran listrik itu sesuai prosedur sebagai proses penertiban pelanggan. 

"Jadi jika pelanggan PLN menggunakan meteran tidak sesuai dengan alas hak kepemilikannya, atau terdaftar atas nama orang lain harus diganti dengan beban biaya sebesar Rp1,3 juta dan bisa diangsur selama 12 bulan," kata Sujadi, Kamis (14/10).

Meski demikian, Sujadi mengaku pihaknya kurang memberikan sosialisasi terkait aturan penggunaan meteran listrik. 

"Memang untuk di Kecamatan Gedong Tataan belum kita lakukan sosialisasi, sementara Pesawaran baru di Kecamatan Kedondong," ujarnya. 

Menurutnya, kurangnya sumber daya manusia membuat pihaknya terdekandala dalam melakukan sosialisasi. 

Sebelumnya, Sarjono (42) warga Dusun Bogorejo II, Desa Bogorejo, Kecamatan Gedong Tataan menyebut sejak sepekan lalu meteran di rumahnya dicabut oleh tim OPAL.

Pencabutan itu diklaim karena melanggar ketentuan perusahaan listrik plat merah dalam penggunaan alat pengukur meteran listrik.