PMK Pada Hewan Ternak Tak Menular ke Manusia

Pemeriksaan hewan ternak/Tuti
Pemeriksaan hewan ternak/Tuti

Penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak tidak zoonosis atau menular dari hewan ke manusia. Hal tersebut disampaikan Kasi Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Pertanian Bandar Lampung, M Rifki.


"Sampai saat ini PMK dinyatakan tidak zoonosis atau tidak dapat menular kemanusia," kata M Rifki, Jumat (13/5). 

Menurutnya, penyakit yang disebabkan oleh virus RNA masuk genus Apthovirus, keluarga Picornaviridae itu menyerang hewan ternak berkuku belah seperti sapi, kambing, kerbau, domba, dan babi. 

"Kerugian yang ditimbulkan oleh PMK dipihak peternak yang dapat menurunkan harga jual ternak, produktifitas ternak juga menurun, adanya resiko kematian ternak trutama di usia rentan," ujarnya. 

Berdasarkan postingan Instragram Kementerian Pertanian PMK pada hewan tidak membahayakan kesehatan manusia. Daging dan susu tetap aman dikonsumsi selama dimasak dengan benar.

Tips penanganan daging segar dan jeroan dari pasar tradisional yakni daging tidak dicuci sebelum diolah, rebus dalam waktu 30 menit di air mendidih. Jika daging tidak langsung dikonsumsi disimpan ke freezer bersama kemasan minimal 24 jam. 

Bekas kemasan daging maupun jeroan terlebih dahulu direndam ke air deterjen sebelum dibuang untuk mencegah penularan di lingkungan.