Polda Gagalkan Penyelundupan 10 Ribu Benur di Pesisir Barat

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Polda Lampung berhasil menggagalkan perdagangan gelap benih lobster (benur) sebanyak 10 ribu ekor lebih di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, pada Selasa (2/11).


Adapun benur tersebut rencananya akan dikirim dari Kabupaten Pesisir Barat menuju Provinsi Jambi.

Dirkrimsus Polda Lampung, Kombes Pol. Arie Rachman Nafarin membenarkan, penangkapan benur di Kabupaten Pesisir Barat tersebut terjadi sekitar satu Minggu yang lalu.

"Benar mas, seminggu yang lalu telah dilakukan penangkapan terhadap satu orang pelaku beserta barang bukti berupa 10 ribu ekor lebih benih lobster," kata Arie.

Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan KKP, Drama Panca Putra mengatakan, PSDKP melalui unit kerja di Provinsi Lampung terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membasmi penyelundupan benih lobster.  

Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan KKP, Drama Panca Putra mengatakan, PSDKP melalui unit kerja kerja di Provinsi Lampung terus berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk membasmi penyelundupan benih lobster.  

"Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu juga menjadi garda depan mengidentifikasi secara progresif para pelaku penyelundupan benur," kata Drama.

Menurutnya, jual beli benur ilegal sangat menggiurkan, lantaran harga dari benur cukup mahal dan resiko hukuman pidananya tidak terlalu berat. Kemungkinan hal tersebut membuat banyak oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab menjalankan bisnis tersebut," ujarnya.