Polda Limpahkan Eks Amir Khilafatul Muslimin ke Kejari

Ekspose pelimpahan kasus berita bohong/ Kusmawati
Ekspose pelimpahan kasus berita bohong/ Kusmawati

Kasus berita bohong, Ditreskrimum Polda Lampung melimpahkan tersangka Abu Bakar eks Amir Khilafatul Muslimin dan barang bukti ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung, Kamis (18/8) siang.


Pada ekspose pelimpahan tersebut, Kasubbid Penmas Polda AKBP Rahmad Hidayat menjelaskan pelimpahan perkara tindak pidana menyiarkan berita bohong, hingga menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat.

Adapun kejaksaan telah menyatakan berkas perkara lengkap atau P21. "Alhamdulillah untuk pengiriman berkas pada tahap 2 sudah dinyatakan lengkap alias P21. Hari ini tersangka Abu Bakar dan barang bukti kita limpahkan ke kejaksaan," ungkapnya. 

Polda telah memeriksa19 saksi dan memintai pendapat ke sebanyak 6 saksi ahli menyangkut penangangan perkara ini.

Barang bukti yang diserahkan 1 memory card berisikan video penyebaran berita bohong Abu Bakar, 1 cuplikan video pendek penangkapan Ditreskrimum Polda Metro Jaya, 7 lampiran screenshoot komentar dari HP para saksi mengikuti dan menyaksikan komentar video Abu Bakar di medsos kepada jaksa.

"Kasus ini bermula dari tersangka mengeluarkan statmen bohong dan kata-kata bertentangan dengan Undang-Undang pada tanggal 7 Juni 2022 kemarin," kata Kasubbid.

Terkait peran Abu Bakar, Rahmad mengungkapkan, tersangka menyampaikan berita atau kabar bohong saat proses penangkapan Ditreskrimun Polda Metro Jaya terhadap Kholifah Khilafatul Muslimin, Abdul Qodir Hasan Baraja di Kantor Pusat Khilafatul Muslimin di Kota Bandar Lampung pada awal Juni 2022.

Tersangka Abu Bakar menyebutkan sang pimpinan ditangkap kepolisian saat melaksanakan salat subuh di Masjid Kekhalifahan di kantor pusat setempat dan secar gamblang menyebutkan pemerintah Indonesia anti terhadap Islam, serta Presiden RI Joko 'Jokowi' Widodo bagian dari komunis.

"Tersangka sengaja dan sadar berstatmen di depan awak media, kemudian terekam dan tersebar," ungkap Kasubbid.

Pelimpahan berkas perkara Abu Bakar bersama dengan persangkaan pelanggaran Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) RI Nomor 1 Tahun 1946, tentang peraturan hukum pidana atau Pasal 28 ayat (2) Jo Pasal 45 huruf a Ayat (2) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE. Tersangka terancam kurungan penjara selama 15 tahun.