Polda Pastikan Perkara Oknum P2TP2A Diproses Cepat Dan Akurat

Polda Lampung memastikan proses hukum atas perkara dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oknum P2TP2A Lampung Timur (Lamtim) berinisial DAS terhadap NF (13).


Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan NF berserta keluarga dan kerabat telah datang untuk melakukan pemeriksaan di Subdit 4 Renakta Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda, Selasa (7/7).

Menurutnya pemeriksaan dilakukan dari pemeriksaan keadaan fisik kesehatan korban yang melibatkan tim kedokteran kesehatan Polda Lampung, dan tim trauma hiling psikologi biro SDM untuk menganalisis  kejiwaan korban.

"Kondisi korban harus benar-benar sehat baik jasmani dan rohani karena kita akan melakukan pemeriksaan secara mendalam. Kami akan melakukan pemeriksaan sedetail mungkin dari saksi korban yang melihat dan yang turut berinteraski sepeti apa dalam kesehariannya terhadap si dugaan pelaku," ujarnya.

Menurutnya, penyelidikan dilakukan untuk memenuhi unsur sebagaimana yang tertara di dalam Undang-Undang, karena UU tentang perlindungan anak ini ada 3 UU yang mengikat.

"Pertama UU 23 tahun 2002 kemudian diperbarui lagi dengan UU 23 tahun 2014 dan terakhir UU 17 tahun 2016, dengan ancaman hukuman diatas 10 tahun," jelasnya.

Lanjutnya, tentu Polda Lampung sebagai penyidik harus betul-betul memenuhi unsur pasal yang dipersangkakan.

Unsur tersebut seperti unsur secara formil dan materil termasuk juga penyidikan secara scientific crime investigation.

"Ini supaya tersangka tidak bisa mengelak lagi kalau memang fakta-fakta atau bukti yang ada karena bisa kita ketahui perhatian negara melalui adanya UU ini adalah untuk melindungi warga negaranya terutama generasi muda," ujarnya.

Tambahnya Polda Lampung akan melaksanakan proses penyidikan ini dengan cepat, tepat dan akurat. Tidak hanya cepat tapi juga akurat, sehingga dalam pelaksanaan penyelidikan membutuhkam waktu.

"Kalau orang dipersangkakan, dengan barang bukti yang mendukung, maka saat sampai ke jaksa penuntut umum ini tidak bolak balik perkara agar ada kepastian hukum," jelasnya

Selain itu, Polda Lampung juga dalam penyelidikan dengan melihat pola perilaku korban dalam keseharian dengan keluarga dan pola pembinaan terhadap keluarga.

"Setelah pemeriksaan kalau unsur ini terpenuhi baru kita gelar perkara, ditentukan si x itu adalah tersangka. Kita lakukan proses pertanggung jawaban secara hukum," ujarnya.