Polda Segera Periksa Pihak Terkait Limbah Medis Di TPA Bakung

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad melakukan konferensi pers terkait temuan limbah medis di TPA Bakung/ Tuti Nurkhomariyah
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad melakukan konferensi pers terkait temuan limbah medis di TPA Bakung/ Tuti Nurkhomariyah

Polda Lampung segera memberikan surat pemanggilan terkait dugaan pembuangan limbah medis di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bakung.


Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad mengatakan Polda Lampung telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan segara mengagendakan untuk meminta keterangan saksi-saksi yang ada di TKP dan pihak-pihak terkiat. 

"Pihak terkait yang dimaksud seperti dinas lingkungan hidup, dinas kesehatan, UPT pengelola Bakung, serta pihak rumah sakit," kata Panda dalam konferensi pers di Mapolda Lampung, Rabu (17/2).

Menurutnya, setelah meminta keterangan dari saksi-saksi, keterangan ahli, pihak-pihak terkiat, penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menyusun kontruksi hukum apakah perkara ini dapat ditindaklanjuti ke tahap berikutnya.

"Pasal yang dipersangkakan yaitu pasal 104 UU RI nomor 32 tahun 2009, sebagaimana telah diubah dengan pasal 22 UU RI nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja, menetapkan setiap orang yang melakukan dumping limbah atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 60, pidana dengan penjara paling lama 3 tahun dan denda Rp 3 miliar," ujarnya. 

Selain itu, pasal lain yang dipersangkakan adalah pasal 40 ayat  1 UU RI nomor 18 tahun 2008 tentang  pengelolaan sampah. 

"Pengelolaan sampah yang secara melawan hukum dan dengan sengaja melakukan kegiatan pengelolaan sampah dengan tidak  memperhatikan norma, standar, prosedur atau kriteria yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan masyarakat, gangguan keamanan, pencemaran lingkungan atau perusakan lingkungan diancam dengan denda penjara singkat 4 tahun, paling lama 10 tahun, dan denda paling kecil Rp100 juta dan paling banyak Rp5 miliar," jelasnya. 

Diketahui, limbah medis yang diamankan Polda Lampung seperti botol infus bekas, botol obat cair yang terbuat dari kaca, selang infus bekas, masker bekas, baju alat perlindung diri bekas, sarung tangan medis bekas, kantung plastik berwarna kuning tertulis infeksius yang didalamnya berisi limbah medis. Juga ditemukan surat atau tertulis nama salah satu rumah sakit di Kota Bandarlampung.

"Limbah medis yang ditemukan di TPA Bakung diangkut dengan menggunakan truk pengangkut sampah DLH Kota Bandarlampung, didapati informasi bahwa aktivis limbah medis di TPA Bakung sudah berlangsung sejak lama," ujarnya.