Polemik Raja Olah, Herman HN: Ya Diolah Saja, Gulanya Harus Menang

Istilah Raja Olah Pilkada meluncur dari Gubernur Lampung Arinal Djunaidi. Mulai tokoh Lampung hingga pengamat politik dan akademisi, menyayangkan ucapan itu.


Selain tidak elok bagi seorang gubernur mengucapkan
kalimat itu, pernyataan itu juga bisa memicu kegaduhan.

Di tengah polemik dan beragam spekulasi yang berkembang, Wali
Kota Bandarlampung, Herman HN menegaskan tidak mau ikut pusing siapa Raja Olah
yang dimaksud oleh Arinal Djunaidi.

Menurutnya Raja Olah di Pilkada bukan urusan dia (Arinal).  "Itu urusan pribadi dia (Arinal Djunaidi) dengan pengusaha, bukan urusan saya. Itu urusan dua orang, bukan urusan saya," kata Herman HN kepada Kantor Berita RMOLLampung, Jumat (28/2).

Jika ada Raja Olah di Pilkada, menurut Herman HN terserah
jika mau mengolah.

"Ya diolah saja, gulanya harus menang," jelasnya.

Sebelumnya, Arinal mengatakan pada saat Pilkada, akan
banyak sponsor "Raja Olah" yang memanfaatkan momen.

Arinal mengingatkan kepada calon kepala daerah agar dalam
pelaksanaannya untuk tidak mencampuri keuntungan dalam kontestasi Pilkada ini.

"Apalagi Lampung banyak raja oleh, jangan sampai delapan
daerah yang pilkada ini tenang-tenang saja tapi ada sponsor raja olah. Makanya,
ini harus kita jaga," ujar Arinal, Rabu (26/2).