Polhut Tangkap 4 Pelaku Pembalakan Liar Register 19 Padang Cermin

Pelaku pembalakan liar yang diamankan/ Ist
Pelaku pembalakan liar yang diamankan/ Ist

Empat terduga pelaku pembalakan liar atau ilegal logging ditangkap Polhut UPTD Tahura Wan Abdurahman Pesawaran di Register 19 Desa Padang Cermin Kecamatan Padang Cermin.


Kepala Seksi Perlindungan, Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Tahura Wan Abdurahman, Agus Rianto menyebut empat terduga pelaku itu diamankan di lokasi pada Selasa (8/6) dini hari pukul 03.30 Wib

"Betul, empat terduga pelaku kita amankan di lokasi, tepatnya di Kawasan Hutan Konservasi Register 19, Desa Padangcermin. Keempatnya berperan sebagai supir dan kernet yang sedang melakukan aktifitas bongkar muat," kata Agus melalui sambungan telepon, Rabu (8/6)

Dari tangan keempat terduga pelaku turut disita dua armada truk angkut Merk Mitsubishi L 300, serta puluhan balok kayu jenis sonokeling yang diperkirakan mencapai enam kubik.

"Kasus serupa juga terjadi beberapa bulan lalu, dan diduga dilakukan oleh kelompok yang sama. Tapi kita masih dalami apakah empat orang ini sebagai aktor atau hanya orang suruhan," ujarnya.

Sementara, Kepala UPTD Tahura Wan Abdurahman Pesawaran, Eny Puspasari membenarkan adanya penangkapan pelaku illegal logging tersebut.

"Bermula dari laporan masyarakat sekitar lokasi, lalu tim melakukan pengintaian hingga para pelaku berhasil diamankan," kata Eny.

Selanjutnya, perkara pembalakan liar itu terus didalami oleh Dinas Kehutanan Provinsi Lampung guna mengetahui aktor intelektual dibalik aksi kejahatan lingkungan itu.

"Pelaku dan barang bukti sudah diamankan, kami berkoordinasi dengan kepolisian terkait proses hukum selanjutnya. Jika dugaan terbukti tentu ada sanksi pidana buat pelaku," ucapnya.

Terpisah, menurut warga setempat yang minta namanya tidak disebut, menjelaskan penangkapan itu pada selasa sekitar 03.30 Wib. Dari keempat pelaku salah satu sebagai aktor yang diduga sering mengaku-ngaku sebagai petugas Polhut, dan satu pelaku lagi sebagai orang yang di lapangan.

"Penangkapan itu Selasa masih subuh, jadi banyak orang yang tidak tau. Yang satu pelaku itu yang menjadi momok yang biasa nebang kayu sonokeling dan mengaku-ngaku sebagai petugas Polhut, sedangkan yang satunya lagi kawan dia bagian di lapangan. Tapi kalau yang dua pelaku benar sopir dan kernet," pungkasnya.