Politikus Gerindra "Main" Benur, Gde Teringat Kapolri Hoegeng




Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP), Edhy Prabowo membenarkan sejumlah politikus Partai Gerindra dapat izin usaha budidaya lobster.

Terkait hal itu, Direktur Indonesi Future Studies (Infus), Gde Siriana Yusuf teringat cerita mantan Kapolri Jenderal Hoegeng Imam Santoso yang terpaksa menutup usaha bunga (florist) istrinya.

"Saya hanya teringat kisah Pak Hoegeng mantan Kapolri. Bisnis istrinya jualan bunga (florist) ditutup ketika ia menjadi Kapolri," katanya seperti dikutip dari Kantor Bertiga Politik RMOL, Sabtu (18/7).

Pak Hoegeng tidak mau nanti orang-orang beli bunga karena tahu ini toko punya istri Kapolri, ujar Gde.

Dalam rapat bersama Komisi IV DPR bebera waktu lalu, Menteri KKP Edhy Prabowo mengakui terdapat sejumlah politikus termasuk kader Partai Gerindra yang berafiliasi dengan perusahaan pemegang izin budidaya benih lobster dari kementeriannya.

Meskipun demikian, dia memastikan izin tersebut tidak seberapa.

Saat ini, jelas Edhy terdapat 31 izin yang diterbitkan KKP. Namun, dari seluruh izin tersebut, hanya sebagian kecil yang diberikan kepada perusahaan yang terafiliasi atau dimiliki oleh politikus.

"Kalau memang ada yang menilai, ada orang Gerindra, kebetulan saya orang Gerindra, tidak masalah.," katanya.

Dia mengatakan siap dikritik tentang itu.

"Tapi coba hitung berapa yang diceritakan itu? Mungkin tidak lebih dari 5 atau 2 orang yang saya kenal. Tapi 26 orang lagi siapa itu? itu semua orang Indonesia," kata Edhy.