Polres Pesawaran Ringkus Pelaku Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Ilustrasi/Net
Ilustrasi/Net

Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Pesawaran mengamankan San (23) warga Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu, pelaku persetubuhan anak di bawah umur.


Hal tersebut diungkapkan Kapolres Pesawaran AKBP Vero Aria Radmantyo yang diwakili Kasat Reskrim AKP Supriyanto Husin.

San melakukan persetubuhan terhadap sebut saja Melati (14), pada Jumat, 12 Juni 2020 lalu, sekitar pukul 21.00 Wib, di gubuk Desa Penengahan Kecamatan Way Khilau kabupaten setempat.

"Iya, kronologisnya korban dijemput oleh teman perempuannya FN, lalu diajak ke rumah San, kemudian korban dan FN bersama pacarnya ER diajak San ke gubuk yang di Desa Penengahan Way Khilau," ungkap Supriyanto, Rabu (5/1).

"Kemudian, setelah korban dan FN sampai di gubuk tersebut, FN ngobrol sama ER, dan korban saat itu bersama San," kata dia.

Ia mengatakan, kemudian San melakukan pengancaman untuk memaksa korban melakukan hubungan layaknya suami istri.

"Dari situ, San memaksa membuka celana korban, dan San berhasil menyetubuhi korban sebanyak satu kali," timpalnya.

Kemudian lanjutnya, atas kejadian tersebut Melati mengadu kepada orang tuanya, dan orang tuanya melaporkan San ke Polres Pesawaran.

"Iya, setelah kami melakukan penyelidikan dengan dibantu keterangan masyarakat, pada Selasa (4/1) sekitar jam 5 sore, anggota Reskrim dipimpin Kanit PPA Aipru Feri Ariyan Sori melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap San di kediamannya di Pringsewu. Dan saat ini San dan barang bukti telah diamankan di Polres untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut," pungkasnya.

Diketahui, atas perbuatan tersebut, pelaku akan dijerat pasal 81 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang penetapan PP pengganti UU RI No. 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.