Polres Tanggamus Identifikasi Truk Melintang Tutup Jalan Sedayu Saat Eksekusi Lahan

Truk yang melintang di jalan Sedayu, Semaka, Tanggamus/Humas Polres Tanggamus
Truk yang melintang di jalan Sedayu, Semaka, Tanggamus/Humas Polres Tanggamus

Polres bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Tanggamus melaksanakan identifikasi truk fuso melintang yang menutup Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Sumatera, Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Jumat (20/5).


Truk fuso dengan Nopol BE 9371 C tersebut ditemukan saat Polres Tanggamus melaksanakan eksekusi bangunan yang dikuasai tergugat Supardi pada Rabu (18/5), sehingga kemacetan arus lalu lintas menuju lokasi eksekusi. 

Pasalnya, truk melintang menutup 90 persen badan jalan membuat geram lantaran diduga merupakan tindakan sabotase dengan meletakan kendaraan untuk menghalangi eksekusi dua hari lalu tersebut. 

Guna membuka jalan, Kapolres Tanggamus AKBP Satya Widhy Widharyadi, memerintahkan evakuasi truk tersebut menggunakan alat berat agar truk dapat dipindahkan ke sisi jalan. Sehingga para pengguna jalan dapat melintas. 

Kasat Lantas Polres Tanggamus AKP Amsar mengatakan, pihaknya melakukan pengecekan truk tersebut melalui pencocokan standardisasi rangka bangun kendaraan sesuai KIR. 

"Jadi, kita turun ke lapangan dengan melakukan pengukuran, baik panjang kendaraan, lebar, dan dimensi. Diketahui, semuanya sesuai standar KIR yang ada, kemarin Kamis, 19 Mei 2022," kata AKP Amsar, Jumat (20/5).

Setelah itu, lanjutnya, dilakukan identifikasi kendaraan sesuai dengan nomor polisi (nopol) yang terlampir pada identitas kendaraan. Diketahui, terdaftar pada Samsat berplat Bandar Lampung. 

Kasat menjelaskan, usai melakukan pengecekan, kesimpulan didapatkan bahwa semuanya sesuai dengan kepemilikan yang ada, sesuai identitas kendaraan, jadi tidak ada indikasi kendaraan bodong. 

Menurutnya, seharusnya pemilik ataupun sopir truk segera menginformasikan kepada petugas kepolisian ketika peristiwa terjadi agar pihaknya dapat melakukan rekayasa lalu lintas. 

"Jangan semaunya mereka, apatis tanpa informasi, sebab merugikan pengguna jalan lain," sambungnya. 

Kasat menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pencarian keberadaan sopir maupun pemilik kendaraan. Jika telah diketahui keberadaan dan identitas sang sopir, pihak Reskrim Polres Tanggamus akan melakukan pemanggilan. 

"Namun, apabila sopir melarikan diri maka pemilik kendaraan yang akan dipanggil," ujarnya. 

Ia melanjutkan, pihaknya sempat menaruh curiga lantaran badan jalan tertutup 90 persen oleh truk fuso tersebut dalam kondisi penggerak sumbu roda atau as mobil telah dicopot. 

"Tanda-tanda yang ditemukan di jalan, patah as. Namun tidak ada jejak, minimal ada jejak pengereman, atau karena jalan menurun sehingga ada beban kendaraan menurun ada bekas-bekas seretan ban. Namun kemarin tidak ada," terangnya. 

Kasat menambakan, untuk dugaan-dugaan sabotase pihaknya masih menunggu keterangan sopir maupun pemeriksaan Sat Reskrim nantinya. 

Polres Tanggamus melaksanakan pengamanan eksekusi di area tanjakan Jalinbar Sumatera, Dusun Sridadi, Pekon Sedayu, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus berupa sebuah rumah, warung, dan lahan yang dikuasai tergugat seorang warga setempat bernama Supardi alias Pardi. 

Pergerakan personel sempat tersendat, lantaran di tanjakan Sedayu Jalinbar Sumatera terdapat mobil truk melintang yang diduga sebagai bentuk sabotase untuk menghalangi melintasnya kendaraan dari kedua arah sehingga menjadi kemacetan.