Polres Tulangbawang Gerebek Rumah di Sukarame Meraksa Aji, Hasilnya? 

Tersangka narkotika yang diamankan/ Humas Polres Tulangbawang
Tersangka narkotika yang diamankan/ Humas Polres Tulangbawang

Sebuah rumah di Kampung Sukarame, Kecamatan Meraksa Aji,, digerebek oleh Satuan Reserse Narkoba (Satrenarkoba) Polres Tulangbawang. 


Penggerebekan pada Selasa (7/9) pukul 18.30 WIB, dan berhasil menangkap seorang pria yang merupakan pemilik rumah.

"Selasa malam lalu petugas kami menggerbek sebuah rumah yang sering di jadikan tempat transaksi narkotika jenis sabu di Kampung Sukarame. Disana berhasil ditangkap seorang pria berinisial MN (31) yang merupakan pemilik rumah," ujar Kasatres Narkoba AKP Anton Saputra, SH, MH, mewakili Kapolres Tulanbawang AKBP Hujra Soumena, Selasa (14/09).

Lanjut AKP Anton, dari tangan pria tersebut petugasnya berhasil menyita barang bukti (BB) berupa satu bungkus plastik bening yang berisi narkotika jenis sabu, dan satu potong pipet yang di dalamnya terdapat narkotika jenis sabu dengan berat bruto 0,43 gram, serta satu lembar uang pecahan Rp 2 ribu.

Kasat menjelaskan, keberhasilan petugasnya dalam mengungkap peredaran gelap narkotika ini merupakan hasil penyelidikan di wilayah Kecamatan Meraksa Aji.

Informasi yang didapat bahwa sebuah rumah yang ada di Kampung Sukarame sering dijadikan tempat transaksi narkotika.

"Setelah dipastikan rumah tersebut sedang ada penghuni, petugas kami langsung melakukan penggerbekan. Hasilnya berhasil ditangkap seorang pria yang merupakan pemilik rumah serta disita BB berupa narkotika jenis sabu," jelas AKP Anton.

Ia menambahkan, dari hasil pemeriksaan, pria ini mengaku mendapatkan narkotika jenis sabu dari rekannya yang berada di Kampung Suka Bhakti, Kecamatan Gedung Aji Baru, Tulangnawang.

Pria tersebut saat ini sudah ditahan di Mapolres  dan dikenakan Pasal 114 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

Diancam dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.