Polresta Bandarlampung Terjunkan Badut Corona Di Jalur Wisata

Pandemi Covid-19 belum berakhir. Satlantas Polresta Bandarlampung menggelar sosialisasi dan pengaturan lalu lintas di sejumlah titik kepadatan dan keramaian ke sejumlah objek wisata di Lampung.


Setidaknya, 72 personel satlantas diterjunkan dalam kelancaran lalu lintas termasuk mewaspadai penyebaran Covid-19.

Kasatlantas Polresta AKP Rafli Yusuf Nugraha menerangkan personel diterjunkan untuk mengingatkan masyarakat terkait pandemi Covid-19.

Di samping melancarkan sejumlah arus kendaraan di sejumlah titik yang akan menuju atau kembali dari sejumlah pusat keramaian seperti yang berada di simpang Sukamaju Jl. RE Martadinata Telukbetung Timur.

"Personel kami kerahkan dari Polresta dan polsek-polsek yang berada di sepanjang jalur yang dilintasi, dan memberhentikan kendaraan pengemudi yang tidak menggunakan masker agar menggunakan masker," kata Kasatlantas saat ditemui di lokasi Jalur RE Martadinata, Minggu (2/8).

Rafli mengatakan, personel disebar di sejumlah titik-titik rawan kemacetan di sepanjang jalur tersebut diantaranya Lingkar Sukamaju Telukbetung Timur, Mal Bumi Kedaton, Jalur pembangunan flyover, Pusat Perbelanjaan Jl. Kartini, Lembah Hijau, Puncak Mas dan  Bukit Sakura Kemiling, serta pusat Kota Tugu Adipura.

“Untuk mengatur arus lalu lintas mengantisipasi kemacetan," ujarnya. 

Menurutnya pagi pantauan arus lalu lintas di RE Martadinata arah Bandarlampung menuju sejumlah objek wisata pantai di Kabupaten Pesawaran sudah terjadi peningkatan kendaraan yang rata-rata bernopol luar Lampung, seperti Sumsel, Jawa Barat, Jakarta dan Banten sejak pukul pukul 07.00 WIB. 

Namun penekanan personel ini juga meliputi pencegahan penyebaran Covid-19, Satlantas juga sempat membagikan masker, handsanitizer serta menerjunkan badut virus vorona.

Ini untuk menggugah masyarakat tentang bahayanya penyebaran Covid-19. lanjutnya, pihaknya mempersiapkab langkah-langkah pemutusan mata rantai Covid-19.

"Untuk Operasi Patuh, kami masih mengedepankan preventif dan persuasif, berupa imbauan dan teguran. Hingga saat ini jumlah teguran jelang 10 hari operasi patuh mencapai  517 baik R2 maupun R4, sedangkan penilangan nol," katanya.