Polri: Tersangka Penusukan Syekh Ali Jaber Terancam Hukuman Mati

Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono/Net
Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono/Net

Alpin Andrian (24), tersangka penusukan terhadap Syekh Ali Jaber di halaman Masjid Falahuddin, Jl. Tamin Sukajawa, Kecamatan TanjungkarangBarat, Kota Bandarlampung, Minggu (13/9) sore, dijerat pasal berlapis.


Mulai pasal percobaan pembunuhan, pembunuhan dan penganiayaan menyebabkan luka berat. “Jadi ancaman hukumannya hukuman mati, atau seumur hidup,” ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan pers virtual, di Mabes Polri, Rabu (16/9).

Argo menegaskan, Polri serius dalam menangani kasus penusukan Syekh Ali Jaber. Sejauh ini, jenderal bintang dua itu mengatakan penyidik Polda Lampung yang disupervisi langsung oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Ditipidum) Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan terhadap 13 orang saksi.

“Ada dari pihak keluarga, saksi TKP dan juga saksi dari panitia,” tegas Argo.

Selain itu, penyidik juga telah melakukan gelar perkara dan menaikan status peristiwa penusukan ke tahap penyidikan termasuk telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Kejaksaan Negeri Bandarlampung.

Dalam kesempatan ini, Argo membantah kabar yang beredar di sosial media bahwa pelaku Alpin dibebaskan alias tidak dilakukan penahanan.

Kabar yang beredar tidak benar, hingga saat ini pelaku Alpin Andiran masih ditahan di dalam sel Polresta Bandarlampung.

“Jadi masih di dalam sel dan sedang dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh penyidik. Tentunya rencana daripada penyidikan ini penyidik mengagendakan besok akan dilakukan rekonstruksi,” pungkas Argo.