Polsek Cukuh Balak Tangkap DPO Bandar Togel

Tersangka bandar togel (baju biru)/Humas Polres Tanggamus
Tersangka bandar togel (baju biru)/Humas Polres Tanggamus

Polsek Cukuh Balak Tanggamus menangkap Absori (33), DPO bandar toto gelap (Togel) di rumahnya Dusun Tanjung Makmur Pekon Putih Doh Kecamatan Cukuh Balak, Selasa (25/8/20) malam.


Penangkapan tersangka tergolong dramatis sebab, saat menyadari kedatangan polisi ia bersembunyi diatas loteng rumahhnya guna mengelabui petugas.


Beruntung petugas yang dipimpin Kapolsek Cukuh Balak Ipda Eko Sujarwo, lebih cermat saat melakukan penggeledahan dan pencarian, sehingga tersangka berhasil di gelandang ke Mapolsek setempat.


Dari penangkapan tersangka terungkap, selama ini dia mengumpulkan uang dari pengepul judi togel yang terlebih dulu ditangkap yakni Helpawi (48) kemudian tersangka memasangkannya secara online melalui website wahidtoto.


Kapolsek mengatakan, tersangka ditangkap setelah pihaknya mendapatkan informasi bahwa DPO Absori sedang berada di rumah sehingga dilakukan penggerebegan.


"Tersangka ditangkap tadi malam Selasa, 25 Agustus 2020 sekitar pukul 18.50 Wib saat bersembunyi diatas loteng rumahnya," kata Kapolsek mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Oni Prasetya, Rabu (26/8).


Kapolsek menjelaskan, pengakuan tersangka Helpawi selaku pengepul togel atau kaki-kaki tersangka Absori yang terlebih dahulu ditangkap dan telah diproses, dimana Helapawi menyetorkannya kepada Absori sesuai laporan polisi tanggal 02 Juli 2020.


"Sebelumnya, pada tanggal 2 Juli 2020, ditangkap Helpawi (48) dalam perkara perjudian togel berperan sebagai pengepul dala perjudian toto gelap yang disetorkan kepada Absori, namun kala itu Absori sudah kabur," jelasnya.


Lanjutnya, berdasarkan keterangan tersangka, bahwa ia mengumpulkan uang dan pasangan togel dari Helpawi kemudian tersangka memasangkan diaplikasi wahidtoto dan apabila pemasang ada yang tembus maka akan dibayar sesuai jenis pasangan togel.


"Togel yang dibuka pada saat itu, ada jenis togel singapura dan togel sydney," ujarnya.


Ditambahkannya, barang bukti yang menjerat tersangka berupa kalkulator citizen, bolpoin tecno, 3 buku rekapan togel, uang tunai Rp. 427 ribu dan 3 unit handphone. "Barang bukti telah disita sebelumnya dari tangan tersangka Helpawi," imbuhnya.


Saat ini tersangka ditahan di Polsek Cukuh Balak guna proses penyidikan lebih lanjut. "Terhadap tersangka dijerat pasal 303 KUHPidana ancaman maksimal 10 tahun penjara," tandasnya.


Sementara dihadapan Kapolsek, tersangka mengakui bahwa menjalakan bisnis haram itu sepulangnya dari Jakarta, sebab di kampung ia tidak memiliki pekerjaan.


Atas hal tersebut, pria berbadan besar itu mengaku menyesali perbuatannya sebab untuk yang tidak seberapa namun mengantarkannya ke sel tahanan.


"Saya sangat menyesal, padahal untungnya enggak seberapa pak," pungkasnya.