Polsek Limau Tangkap Residivis Pencuri di Musala At-Taqwa

 Huzaini diamankan di Polsek Limau/Ist
Huzaini diamankan di Polsek Limau/Ist

Polsek Limau meringkus seorang residivis kasus pencurian dengan pemberatan (Curat) bernama Huzaini (30), warga Pekon Umbar Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus.


Tersangka yang dikenal sangat meresahkan telah berulang kali melakukan pencurian, ditangkap setelah teridentifikasi melakukan pembobolan Musala At-Taqwa yang berada di pekonnya sendiri.

Dari penangkapan tersebut terungkap, ternyata tersangka sudah berulang kali melakukan pencurian-pencurian selepas ia bebas mengikuti program asilimilasi pada tahun 2020.

Pencurian lain di antaranya pencurian sepeda motor di Pekon Umbar,  pencurian di Kantor Pekon Pekon Umbar dan sering mencuri barang milik warga seperti magiccom, beras, jahe dan hasil ladang.

Kapolsek Limau Polres Tanggamus AKP Oktafia Siagian mengungkapkan, tersangka ditangkap setelah Irdoil (59) selaku pengurus Mushola melapor karena kehilangan barang-barang di Musala At-Taqwa.

Kemudian setelah melakukan serangkaian penyelidikan serta berdasarkan keterangan saksi-saksi sehingga tersangka berhasil diidentifikasi sedang berada di Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu.

"Setelah teridentifikasi, tersangka berada di Dusun Pagaralam Kecamatan Pardasuka Kabupaten Pringsewu sehingga dilakukan penangkapan," ungkap Kapolsek.

Dalam penangkapan itu turut diamankan barang bukti milik Musala At-Taqwa berupa Amplifer merek TOA warna hitam, microphone warna hitam dan alat kejahatan berupa sepeda motor Yamaha Vixion warna putih milik tersangka.

"Barang bukti tersebut diamankan saat disembunyikan oleh tersangka di Pardasuka," ujarnya.

Ditambahkan Kapolsek, berdasarkan keterangan tersangka, pencurian itu dilakukannya seorang diri dengan masuk melalui pintu mushola lalu mengambil barang tersebut.

Saat ini tersangka dan barang bukti ditahan di Polsek Limau guna proses penyidikan lebih lanjut. "Atas perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 KUHPidana ancaman maksimal 7 tahun penjara," pungkasnya.