Potret Kemiskinan Di Tanggamus: Kakak Beradik Terpaksa Menempati Dapur

Warga Pekon Kerta Kecamatan Kotaagung Timur, Zed Efendi (51) dan adiknya Sahrial (43), merupakan satu dari sekian potret kemiskinan yang ada Kabupaten tanggamus.


Zed menduda sejak ditinggal istri meninggal dunia 25
tahun silam. Sedangkan Sahrial, belum berkeluarga sampai saat ini.

Tiang rumahnya yang dari kayu berdinding geribik, tak mampu
menahan usia tanpa adanya perbaikan. Rumah itupun roboh.

Kini keduanya terpaksa menempati dapur rumah itu yang
berukuran 2x5 meter.

"Sejak rumah kami roboh karena lapuk dimakan usia, kami
terpaksa tinggal di dapur ini," ujarnya kepada RMOLLampung, Selasa (10/3).

Zed Ia mengatakan, istrinya meninggal dunia 25 tahun silam.
Satu-satunya anak perempuan, tinggal di Garut Jawa Barat bersama suami dan
anak-anaknya.

"Jadi saya tinggal dengan adik yang masih bujangan, kami
tidak mempunyai pekerjaan tetap, kalau ada orang yang membutuhkan tenaga kami,
itulah pekerjaan kami dengan penghasilan yang tidak menentu," katanya.

Zed mengenang, pernah menerima bantuan langsung tunai
(BLT). Yakni beras raskin 5 kg tiap bulan. Tapi bantuan terhenti sejak 2018.

Dari pamong pekon memang sudah melakukan pendataan,
dengan meminta KTP dan Kartu Keluarga.

Ia berharap ada dermawan atau pihak manapun yang mau
ikhlas membantu dirinya dan sang adik.

"Kemarin ada ibu yang datang memberi bantuan dan
minta kartu keluarga. sebelumnya ada juga dari dinas PY yang melihat dan
mendata saya," tutupnya.