PPKM Diperpanjang, Pengusaha Hotel Lampung Kibarkan Bendera Putih

IHGMA Lampung mengibarkan bendera putih di depan hotel yang berjejer Jalan Raden Inten/Ist
IHGMA Lampung mengibarkan bendera putih di depan hotel yang berjejer Jalan Raden Inten/Ist

Indonesian Hotel General Manager Asosiacion (IHGMA) Provinsi Lampung mengibarkan bendera putih di depan hotel yang berjejer Jalan Raden Intan, Tanjungkarang Pusat, Kota Bandarlampung.


Pengibaran bendera putih ini terinspirasi dari berbagai daerah yang sudah memulai dan mengaku menyerah atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang. 

Ketua IHGMA Lampung Lekat Rahman mengaku para pengusaha di bidang perhotelan sudah menyerah. Sehingga pihaknya memasang bendera putih sejak Senin (9/8) kemarin. 

"Kami sudah pasrah dengan keadaan sekarang, kami berusaha mengerti dan mengikuti peraturan pemerintah tapi kami berharap ada perhatian juga dari pemerintah," kata dia, Selasa (10/8).

Menurutnya, semenjak PPKM diberlakukan, tingkat hunian hotel terjun bebas dan belum membaik. Tingkat keterisian kamar hanya berada pada kisaran 10 hingga 15 persen.

"Sedangkan, untuk tingkat normal, keterisian kamar hotel harusnya berada pada kisaran 45 hingga 50 persen. Kisaran tersebut baru untuk menutupi modal operasi," ujar GM Hotel Kurnia Grup ini. 

Ia menjelaskan, bidang perhotelan menggantungkan hidupnya dari tamu dan acara yang diselenggarakan. Sehingga, kondisi saat ini membuat para pengusaha sangat kesulitan. 

Pihaknya, masih terus mengeluarkan kewajiban untuk membayar mulai dari gaji karyawan, retribusi, biaya listrik, PBB, dan biaya operasional lainnya. 

Dalam setiap kegiatan, setiap hotel sudah berusaha menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Memang perhotelan masuk dalam sektor esensial, namun menurutnya, selebar apapun pintu hotel dibuka, tapi jika jalur kedatangannya ditutup atau mengalami penyekatan, tetap tidak ada tamu yang datang.

Ia melanjutkan, pihaknya sudah melayangkan surat permohonan kebijakan kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung yang ditujukan langsung kepada walikota pada beberapa waktu lalu. Namun belum direspon. 

"Kami harap PPKM bisa segera berakhir dan kami harap pemerintah, dapat memberikan kelonggaran kewajiban yang harus kami tunaikan, karena ini merupakan situasi yang sulit diprediksi," pungkasnya.