PPN Lampung Prediksi Akan Ada Harga Telur Baru

Ilustrasi/net
Ilustrasi/net

Pinsar Petelur Nasional (PPN) Lampung memprediksi harga telur tidak bisa kembali normal seperti sebelumnya. Hal tersebut karena kenaikan harga pakan ternak. 


Ketua Pinsar PPN Lampung, Jenny Soelistiani mengatakan bahan baku pakan ternak sebagian besar berasal dari import. Sehingga pandemi Covid-19 dan peran antara Ukraina dan Rusia menyebabkan kenaikan harga pakan. 

"70-75 persen komponen telur dari pakan, sehingga kita harapkan kedepannya bahan baku tersedia maka harga akan turun," kata Jenny Soelistiani, Selasa (30/8). 

Menurutnya, gejolak yang terjadi tidak bisa mengembangkan harga telur lama. Akan ada harga baru akibat situasi kenaikan harga pakan. 

"Akan ada harga baru telur, tapi harga baru ini bukan peternak untung banyak, sebetulnya mereka juga belum pulih," ujarnya. 

Lanjutnya, harga telur saat ini Rp22-23 ribu per kilogram di tingkat pengusaha. Sementara, harga telur di tingkat pasar berkisar Rp27-28 ribu. 

"Untuk kembali ke harga normal sulit, namun nanti harga akan turun. Kemungkinan akan ada harga baru nantinya," jelasnya.

Tambahnya, wacana kenaikan BBM secara nasional juga akan mempengaruhi harga pakan ternak dan berdampak pada harga telur.