Pro Kontra Pengangkatan Budiman Sujadmiko Jadi Komisaris PTPN V

Budiman Sudjatmiko/Net
Budiman Sudjatmiko/Net

Pengangkatan politisi PDIP, Budiman Sudjatmiko sebagai Komisaris Independen PT Perkebunan Nusantara V (Persero) atau PTPN V menuai pro dan kontra.


Di lini media sosial, tak sedikit yang menilai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir ini terkesan sebagai bagi-bagi jabatan kepada para pendukung pemerintah.

"Wuih Budiman Sudjatmiko jadi komisaris PTPN V. Bagi-bagi jatah kekuasaannya makin gak terkendali," tulis akun Twitter Gus Umar Hasibuan, Jumat (22/1).

Namun tak sedikit pula yang menyampaikan secercah harapan agar pengangkatan tersebut bisa memperbaiki ekonomi bangsa.

Seperti yang disampaikan aktivis ProDem, Adamsyah Wahab yang berharap banyak dengan pengangkatan politisi PDIP yang gagal melenggang ke Senayan pada Pileg 2019 lalu itu.

"Semoga sudah bisa nyicil utang," kata Don Adam di akun Twitternya, Sabtu (23/1).

Dengan pengangkatan Budiman Sudjatmiko sebagai Komisaris Independen, kini PT Perkebunan Nusantara V, telah memiliki tiga komisaris.

Selain Budiman, ada nama Amrizal yang menjabat sebagai komisaris utama dan Mayjend TNI (Purn) Andogo WiradI sebagai komisaris.

Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga mengatakan, penunjukan Budiman diharapkan bisa mendukung program petani plasma yang ada di desa-desa.

Budiman sendiri diangpap telah kengang pengalaman di DPR terkait masyarakat desa.

“Artinya, kita melihat beliau mampu untuk organisis masyarakat desa. Selama ini kita tahu PTPN V banyak berhubungan dengan plasma," kata Arya.

Dia berharap PTPN V bisa mengembangkan plasma lebih baik dengan kehadiran Budiman.