Proficiat MKGR Lampung

Illustrasi/RMOLLampung
Illustrasi/RMOLLampung

SAYA punya tiga alasan mengapa merasa sangat bergembira menyambut pelantikan pengurus Ormas MKGR Provinsi Lampung masa bakti 2022-2027 yang akan dilantik langsung oleh Ketua Umum DPP Ormas MKGR di Ballroom Hotel Novotel malam ini.

Pertama tentu saja karena periode kepengurusan yang saya pimpin dapat menyelesaikan masa bakti secara penuh selama 1.825 hari atau 261 minggu atau 60 bulan tanpa berkurang satu haripun.

Hal yang sebenarnya biasa-biasa saja itu harus saya syukuri karena selama hampir dua tahun terakhir sejak saya sering membuat tulisan dan berkomentar tentang masalah pembangunan daerah khususnya kinerja Gubernur Arinal Djunaidi, tekanan dan desakan ke DPP Ormas MKGR untuk memberhentikan saya dari posisi Ketua Ormas MKGR Provinsi Lampung begitu kencang digerakkan. Puncaknya tentu saja pernyataan copy paste yang disampaikan oleh hampir semua Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten/Kota di Lampung awal November tahun lalu.

Mengapa saya sebut hampir semua? Karena masih ada beberapa Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten yang memilih tidak ikut-ikutan latah membuat pernyataan yang seragam.

Mengapa saya menggunakan diksi digerakkan? Karena saya sempat diperlihatkan percakapan WA antar pimpinan Partai Golkar Provinsi Lampung yang diminta untuk melakukan pernyataan-pernyataan itu. 

Saya juga sempat menerima beberapa telepon klarifikasi dari teman-teman yang terlanjur telah membuat pernyataan itu, klarifikasi yang menjelaskan betapa tidak nyamannya mereka karena terpaksa melakukan hal itu dan meminta saya memaklumi situasi yang mereka hadapi.

Saya sangat mengapresiasi dan menghormati sikap Ketua Umum DPP Ormas MKGR yang lama maupun yang baru karena telah menunjukkan keteguhan dalam menjaga kedaulatan dan marwah Ormas MKGR sebagai salah satu induk organisasi pendiri Partai Golkar. 

Keteguhan sikap Ketua Umum DPP Ormas MKGR itulah yang menjaga organisasi ini tidak dapat diintervensi apalagi didikte oleh pihak-pihak lain di luar Ormas MKGR. Alhamdulillah kepengurusan saya tetap terjaga sampai dengan berakhir masa baktinya walaupun sepuluh bulan terakhir saya harus merangkap jabatan dalam kepengurusan DPP.

Alasan kedua tentu karena selama lima tahun kepengurusan, Ormas MKGR Provinsi Lampung dapat mengantarkan proses Musyawarah Daerah Partai Golkar Provinsi Lampung sebanyak dua kali, yaitu pada saat Musdalub tahun 2016 dan Musda X tahun 2020 tanpa mengalami masalah dualisme kepengurusan.

Alasan yang ketiga, saya sangat senang karena Ormas MKGR Provinsi Lampung dapat melakukan proses pergantian kepengurusan secara wajar dan sesuai jadwal. Terjadi regenerasi kepengurusan sehingga tidak mengalami stagnasi seperti kino-kino lainnya yang sampai puluhan tahun masih terus dipimpin oleh orang yang sama dengan kepengurusan yang itu-itu saja.

Akhirnya saya ucapkan selamat bekerja kepada Ketua dan pengurus DPD Ormas MKGR Provinsi Lampung masa bakti 2022-2027 yang malam ini akan dilantik. Semoga perilaku keorganisasian Ormas MKGR di Lampung tetap dapat terjaga perannya sebagai salah satu pendiri Partai Golkar dan tidak pernah terhanyut berperilaku sama seperti organisasi sayap.

Ibarat dalam sebuah perusahaan sejatinya di Partai Golkar Ormas MKGR bersama-sama dengan SOKSI dan Kosgoro 1957 adalah pemegang saham Partai Golkar dan sama sekali bukan anak perusahaannya. Tentu saja terdapat perbedaan yang bersifat mendasar dan memiliki konsekuensi etik dari pemahaman yang utuh terhadap perbedaan posisi itu serta praktek interaksi keorganisasian yang dijalankan. 

Proficiat.

Penulis adalah: 

Ketua Ormas MKGR Provinsi Lampung 2016-2021

Wakil Bendahara Umum DPP Ormas MKGR