Program Studi Bahasa Lampung, Upaya Diakhir Hayat Kiyai Rizani

. Berdirinya program studi bahasa Lampung di Universitas Lampung (Unila) merupakan upaya Kiyai Rizani Puspawijaya menjelang akhir hayatnya.


. Berdirinya program studi bahasa Lampung di Universitas Lampung (Unila) merupakan upaya Kiyai Rizani Puspawijaya menjelang akhir hayatnya.

"Mudah-mudahan program studi bahasa lampung ini segera terwujud. Dan menjadi tanggungjawab semua pihak untuk bersama-sama mewujudkannya demi kemajuan Lampung," ujar Asrian Hendi Caya, peneliti Pusat Studi dan Informasi Pembangunan (PUSIBAN).

Menurut Asrian, dipanggilnya Kiyai Rizani oleh Allah SWT, Lampung kembali kehilangan seorang putra terbaik.

Kepergiannya, ungkap Asrian, meninggalkan banyak jejak yang menjadi penanda kiprahnya. Belakangan ini salah satu aktivitasnya adalah berkecimpung dalam pelestarian adat budaya Lampung.

"Komitmennya sangat tinggi atas pelestarian budaya," kata alumnus Fakuktas Ekonomi Unila ini kepada Kantor Berita RMOLLampung, Rabu (18/12).

Asrian memaparkan, upaya Kiyai Rizani menggagas program studi bahasa Lampung di Unila, memiliki latar belakang yang kuat. Mengapa bahasa? karena bahasa menunjukkan bangsa.

Bahasa, ungkap peneliti PUSIBAN ini, 'adalah refleksi budaya, dan budaya adalah perwujudan nilai-nilai. Nilai-nilai budaya diharapkan ikut membentuk karakter dan mewarnai pola pergaulan sosial masyarakat.

"Ini banyak menjadi pemikiran Kiyai Rizani," ujarnya.

Mengaktualkan nilai-nilai piil pesenggiri, bejuluk beadek, nemui nyimah, sakai sambaian. Ini adalah nilai-nilai luhur yang menginginkan adanya harga diri yang tinggi sehingga memotivasi untuk berbuat yang terbaik dan bermanfaat bagi lingkungannya. Menjauhkan seseorang untuk berbuat tercela.

Pemikiran dan prilaku seperti ini, ungkap Asrian, semakin sepi dari pergulatan pemikiran dan khazanah pemikiran yang berkembang.

"Semua larut dalam dinamika perubahan yang terus berlangsung bahkan ÔÇÿmenggerusÔÇÖ nilai-nilai luhur," jelasnya.

Inilah pesan moral yang bisa kita jadikan perenungan dibalik ÔÇÿberpulangnyaÔÇÖ Kiyai Rizani Puspawijaya

"Sosok beliau memang ramah dan akrab, walau tetap dengan ketegasannya. ÔÇÿLu orangÔÇÖ menjadi penanda percakapannya yang akrab. Istilah itu seolah menghilangkat jarak/skat dalam pergaulan," ungkap Asrian menceritakan awal mengenal almarhum.