PT Bukit Asam Mau ÔÇÿSulapÔÇÖ Bekas Tambang Jadi Kota Wisata

PT Bukit Asam (PTBA) mengklaim utamakan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dalam menjalani proses bisnis.


Hal ini disampaikan oleh General Manager (GM) PTBA
Unit  Pelabuhan Tarahan, Biverli Binanga
dalam talkshow Upgrade the Energy for Society
5,0
di Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Lampung, Jumat (6/3).

Dijelaskan, PTBA telah bekerjasama dengan BUMN. Dalam
melakukan proses bisnis, harus sesuai dengan aturan, sesuai UU, dan selalu
menganut Good Corporate Governance (GCG), serta terkait proses penambangan itu
menggunakan Good Mining Practice (GMP).

Menurutnya, GMP ini dari awal kegiatan sampai proses
eksplorasi sudah mengutamakan kaidah-kaidah penambangan yang baik.

"Salah satunya tentunya terkait masalah lingkungan. Jadi kalau masalah amdal itu nomor satu. Kita tidak akan melakukan proses kegiatan kalau kita belum punya Amdal," ujarnya.

Sampai saat ini, PTBA telah berkomitmen untuk memperbaiki
lingkungan. Salah satunya bekas tambang di Tanjung Enim.

"Saat ini kita sedang membangun kota wisata di
Tanjung Enim. Beberapa bekas tambang kita jadi kebun binatang, kita juga
mengembangkan pohon kayu putih, tambang ikan. Kami berkomitmen lingkungan, kami
nomorsatukan," jelasnya.