Puan Maharani Tak Menyangka Tubaba "Berbeda"

Puan Maharani/Ist
Puan Maharani/Ist

Puan Maharani tak menyangka ada sesuatu yang berbeda di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), daerah berjuluk "Bumi Ragem Sai Mangi Wawai" yang dikenal dengan kawasan wisata dan budayanya.


"Wah, saya nggak nyangka ada hal seperti ini di wilayah Lampung, ini beda,” ujar Bupati Tulangbawang Barat Umar Ahmad mengutip komentar Ketua DPR RI itu.

Putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri itu tiba di Komplek Budaya Uluan Nughik, Jumat (26/2), pukul 10.39 WIB.

Ketua DPRD Ponco Nugroho, Kapolres AKBP Hadi Saepul Rahman, Dandim 0412 Lampung Utara, Letkol Inf. Harry Prabowo ikut menyambut kedatangannya.

Puan dan rombongan menikmati Tari Nenemo dan jalan-jalan ke komplek Kota Budaya Uluan Nughik, Islamic Centre Tubaba, dan Hotel Berugo Cottage.

Mantan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia itu, diajak bupati berkeliling ke Taman Seribu Batu di Las Sengok, Tiyuh Karta, Kecamatan Tulangbawang Udik.

Puan juga menyimak konsep pembangunan Kota Budaya Uluan Nughik yang dipaparkan Umar Akhmad. 

Bupati berharap pemerintah pusat mendukung konsep tersebut untuk mempercepat pembangunan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang lahir melalui UU Nomor 50 Tahun 2008.

Kota Budaya Uluan Nughik, kata Umar, konsep kota yang menjadi awal kehidupan berbasis ekologi, konsep kota yang menerjemahkan dari nilai-nilai kesederhanaan, kesetaraan, dan kelestarian.

Kesetaraan itu, lanjut dia, tercermin dari dari semua jalan didesain khusus terutama di perempatan, ada jalur khusus bagi tuna netra ada penanda sehingga bisa mengetahui sedang berada di mana dan berada di depan toko apa atau berada di depan bangunan apa.

Kelestarian yaitu dari seluruh lahan di Uluan Nughik hanya 40 persen yang dapat digunakan untuk bangunan sisanya penghijauan.

Kesederhanaan, hemat listrik, menggunakan tenaga surya, dan lainnya.