Publik Curigai Pengumuman Tes Tertulis Panwascam di Lampura

Foto Ist
Foto Ist

Hanya ‎butuh beberapa jam sejak diumumkan, gelombang kecurigaan publik terkait hasil pengumuman tes tertulis rekrutmen Panwascam yang tidak dibarengi nilai mulai mengalir. 


Mereka peserta CAT menduga ketiadaan nilai dalam pengumuman tersebut dikarenakan adanya permainan di dalamnya.

"Kami mencurigai jika pengumuman tanpa nilai itu sengaja dilakukan untuk meloloskan jagoan yang sudah disiapkan," tandas Ketua Perkumpulan Gerakan Kebangsaan Lampung Utara, Exsadi, Selasa (18/10).

Apa yang dikatakannya itu bukanlah pepesan kosong belaka. Sebab, ratusan calon anggota Panwascam yang dinyatakan layak untuk mengikuti tes wawancara setelah mengikuti tes tertulis sama sekali tidak dipampang nilainya. Padahal, dengan adanya nilai itu maka para peserta yang tidak lolos dapat mengakui jika proses tersebut memang dilakukan secara jujur.

"Kecurigaannya itu ada peserta yang tidak layak masuk enam besar, tapi tetap dimasukan. Kalau memang tidak seperti itu, kenapa nilainya tidak dipampang di pengumuman yang ada," jelasnya.

Ia menegaskan, terkait dengan‎ dengan dugaan adanya permainan ini, pihaknya akan segera membawanya ke ranah hukum. Laporan pada pihak kepolisian mengenai hal ini. Sejumlah peserta yang merasa dirugikan dengan keputusan tersebut juga akan turut mendamping mereka.

"Kami ‎juga akan membawa persoalan ini ke DKPP atas dugaan pelanggaran kode etik," jelasnya.

Di sisi lain, LSM GMBI Lampung Utara juga menyuarakan hal yang sama. ‎Dugaan adanya permainan di balik rekrutmen ini jelas sangat kentara. Alhasil, mereka pun akan mengambil sikap yang sama seperti PGK.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilu Lampung Utara berdalih, hasil pengumuman tes tertulis calon anggota Panitia Pengawas Kecamatan‎ sesuai dengan nilai aslinya masing - masing meski pengumuman sama sekali tak memuat nilai tersebut. Hasil tes tertulis, sedikitnya 138 calon anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan berhak mengikuti tahapan wawancara.

"Pengumuman hasil tes tertulis memang enggak memuat nilainya. Namun, saya jamin jika nama - nama yang diumumkan itu adalah mereka yang masuk enam besar di kecamatannya masing - masing," terang Komisioner Bawaslu Lampung Utara, Ma'sum Busthomi.

Menurut Ma'sum, tak adanya perolehan nilai dari ke-138 orang dalam pengumuman tersebut telah sesuai dengan ketentuan. Pengumuman hanya berisikan nama peserta, nomor, dan jenis kelaminnya saja. Namun, jika memang nantinya ada peserta yang gugur tidak puas dengan hasil ini merasa jika nilainya jauh di atas salah satu peserta yang masuk enam besar.

‎"Jika nantinya memang ada peserta yang keberatan, akan kami layani keluhannya," ‎kata dia.