Pulau Wayang, "Raja Ampat" Di Lampung


PULAU Wayang mirip Raja Ampat ala Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Dari Jakarta atau Palembang, pulang-pergi (PP), cukup sehari. Seksi bukan?

Gugusan pulau tersebut berada di antara Teluk Kiluan yang sudah dikenal dengan lumba-lumbanya dan Pulau Puhawang dengan ikan nemo dan gugusan karang bawah lautnya.

[caption id="attachment_60943" align="alignnone" width="541"]Puhawang Trip ke Pulau Wayang, mengagungkan ciptaan-Nya dan mendekati persahabatan IFU 84/Foto IFU 84[/caption]

Gugusan pulau hasil pahatan alam ribuan tahun bak suisaiki tersebut salah satu dari harta karun destinasi wisata yang berserakan di Provinsi Lampung seperti taglinenya pariwisata provinsi ini: Lampung, the Treasure of Sumatra.

Perjalanan menuju spot destinasi wisata yang berasa di Desa Cukumentera ini, kita sudah disajikan keindahan Teluk Lampung dengan gugusan pulau dan pesisir yang masih relatif hijau.

[caption id="attachment_60945" align="alignnone" width="720"]Puhawang Kapal-kapal kayu mengantarkan wisatawan menikmati keindahan Pulau Puhawang/Foto Ist[/caption]

Mendekati Pulau Wayang, dinding bebatuan pantainya sudah mengekspose betapa indahnya ciptaan Tuhan. Lautnya yang biru dan jernih meluruhkan kepenatan sehari-hari.

Untuk menuju Pulau Wayang dari Palembang, Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) telah memperpendek jarak tempuh dari sekitar enam jam menjadi separuhnya sudah sampai Kota Bandarlampung.

[caption id="attachment_60946" align="alignnone" width="408"]Puhawang Menikmati keindahan ciptaan-Nya berupa gugusan Pulau Wayang/Foto Ist[/caption]

Dari Jakarta, naik pesawat dengan waktu tempuh 50 menit sudah landing di Bandara Raden Inten II Airport, Natar, Kabupaten Lampung Selatan. Mobil rental tinggal pilih di bandara tersebut.

Dari bandara, pengunjung bisa langsung menuju Dermaga IV Ketapang dengan jarak tempuh antara 1,25 menit hingga 2 jam, tergantung kepadatan arus lalulintas ketika membelah Kota Bandarlampung.

[caption id="attachment_60947" align="alignnone" width="529"]Puhawang Pulau Wayang dan gugusan pulau-pulau di perairan Teluk Lampung/Foto Ist[/caption]

Di dermaga, banyak pilihan kapal menuju Pulau Wayang, ada kapal klotok/kayu bermesin 36 PK dan 80 PK dengan waktu tempuh maksimal 3 jam atau kapal cepat berkapasitas 10 penumpang dengan waktu tempuh separuhnya.

Sewa satu kapal Rp1-2 juta keliling seharian Pulau Wayang dan Teluk Lampung. Jangan lupa life jacket untuk menjaga agar aman di saat terjadi situasi darurat.

[caption id="attachment_60986" align="alignnone" width="548"] Gugusan Pulau Wayang/Foto IFU 84[/caption]

Setelah satu jam berlayar, bebatuan cadas tebing pantai seperti tugu selamat datang bagi mereka yang hendak menikmati eloknya Pulau Wayang. Ombak pecah membentur cadas menambah indah suasana pantai.

Gugusan Pulau Wayang terdiri dari tiga pulau batu berukuran besar. Di sekitarnya, ada beberapa bebatuan berukuran lebih kecil di keliling laut biru berkedalaman sekitar 40 meter.

[caption id="attachment_60949" align="alignnone" width="535"]Puhawang Ikan nemo dan terumbu karang yang indah di Teluk Lampung/Foto Ist[/caption]

Kapal akan berhenti sejenak sebelum mengelilingi dekat Pulau Wayang. Pesisir sekitar gugusan Pulau Wayang mendukung suasana alami, bukit yang penuh pepohonan tanpa ada permukiman.

Dari pulau tersebut, jika masih cukup waktu, pengunjung bisa mampir di Pantai Tanjung Putus atau ke pulau-pulau yang berserakan di Teluk Lampung. Di lokasi-lokasi tersebut, surganya snorkling.

"Lampung, the Treasure of Sumatra."

*Plt Ketua Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI).