Puluhan Mahasiswa Unila Gelar Aksi Kawal Dialog UKT

Puluhan mahasiswa Universitas Lampung (Unila) menggelar aksi kawal dialog Uang Kuliah Tunggal (UKT) di masa pandemi Covid-19. Aksi berlangsung di depan Gedung Rektorat Unila, Jumat (24/7).


Presiden BEM Unila, Irfan Fauzi Rachmat mengatakan ada 6 amanat mahasiswa Unila yang dibawa untuk dialog UKT bersama pimpinan Unila.

“Beberapa tuntutan kita sudah disepakati sesuai Permendikbud nomor 25 tahun 2020 tentang keringanan UKT dan disitu peraturan rektor sudah mengacu pada Permendikbud,” kata Irfan.

Tapi ada beberapa tuntutan mahasiswa yang belum terpenuhi, seperti subsidi kuota untuk seluruh mahasiswa Unila yang masih aktif mengikuti perkuliahan daring. Karena subsidi kuota hanya diberikan oleh golongan UKT 1 dan 2.

“Ada beberapa poin yang masih menjadi perdebatan dan akan dibahas dalam pertemuan selanjutnya,” jelasnya.

Di lain pihak, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Prof Yulianto mengatakan kebijakan yang dibuat Unila telah mengacu Permendikbud nomor 25 tahun 2020, dimana yang mendapatkan bantuan UKT hanya golongan 2 dan 3 atau golongan tidak mampu.

“Untuk golongan 3 ke atas itu kebijakan di Unila, entah itu pengurangan, peralihan, asal datanya lengkap. Kalau itu nanti di verifikasi, beneran gak datanya,” ujarnya.

Sementara untuk menerbitkan peraturan rektor tentang keringan UKT tanpa bertentangan dengan permendikbud nomor 25 tahun 2020 pasal 9 ayat 2 dan 1, menurutnya masih akan dikaji.

“Semua ini nantikan bidang keuangan yang menelaah karena substansi keuangan, nanti kita serahkan kepada dia untuk menelaah lagi. Kalau saya cuma mediasi saja,” jelasnya.

Enam amanat mahasiswa Unila:

1. Menuntut rektor Unila melakukan peninjauan perubahan UKT dengan memperhatikan kondisi ekonomi keluarga mahasiswa. Peninjauan perubahan UKT tersebut berupa pembebasan sementara, pengurangan, perubahan kelompok UKT, dan pembayaran UKT secara mengangsur.

2. Menuntut rektor Unila melakukan penundaan pembayaran UKT sampai dengan 22 Agustus 2020.

3. Menuntut rektor Unila memberikan subsidi kuota internet kepada seluruh mahasiswa Unila sebesar Rp 100 ribu per bulan selama perkuliahan daring.

4. Menuntut rektor Unila menerbitkan peraturan rektor tentang keringanan UKT tanpa menghilangkan Keputusan Rektor nomor 355 tahun 2020.

5. Menuntut rektor Unila menerbitkan peraturan rektor tentang keringan UKT tanpa bertentangan dengan Permendikbud nomor 25 tahun 2020 pasal 9 ayat 2 dan 1

6. Menuntut rektor Unila menerbitkan regulasi yang jelas tentang perkulihan daring.