Purwanti Dan Willy Hadiri Kampanye, Yusdianto Bilang Jangan Pilih Pembajak Demokrasi


RMOL. Masyarakat selayaknya tidak memilih pasangan calon (paslon) gubernur/wakil Gubernur Lampung yang mengutamakan kepentingan korporasi ketimbang kepentingan rakyat. Demokrasi milik rakyat jangan dibajak atas kepentingan korporasi.
"Sungguh disayangkan bila demokrasi milik rakyat, kemudian dibajak atas kepentingan korporasi. Apa kepentingannya pengusaha-pengusaha itu turut hadir dalam kampanye Arinal-Nunik? Kalau bukan untuk menunjukkan kepada publik, mereka mendukung pasangan ini,├óÔé¼┬Ø ujar Yusdianto, akademisi dari Universitas Lampung (Unila) kepada RMOLLampung, Selasa (1/5) malam.
Hal tersebut dikatakan Yusdianto ketika diminta pendapatnya atas kehadiran Purwanti, pengusaha Pabrik Gula Sugar Group, Kabupaten Tulangbawang dan Welly Sugiono, pengusaha PT. Great Giant Pineapple, Kabupaten Lampung Tengah dalam kampanye pasangan calon gubernur/wakil gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim pada Senin (30/4).
Sudah sewajarnya publik marah. Tidak memilih calon gubernur yang bersangkutan,├óÔé¼┬Ø ujarnya.
Yusdianto menilai, keterlibatan korporasi secara langsung dalam kontestasi Pilgub Lampung, bisa diartikan sebagai bentuk pembajakan terhadap demokrasi.
Maraknya praktik politik uang menjadi ancaman terhadap demokrasi. Politik uang hanya bisa dilakukan oleh pasangan calon yang punya modal kuat. Disini akan masuk kepentingan pemilik korporasi,├óÔé¼┬Ø ujar dosen Fakultas Hukum Unila ini.
Yusdianto menekankan agar Bawaslu, KPU, dan Satgas Anti Politik Uang dapat bekerja aktfi dan maksimal untuk menelisik praktik-praktik politik uang pada Pilgub Lampung.
Disini titik kunci untuk menjaga demokrasi. Praktik politik uang harus dihilangkan, tanpa peduli, siapa yang melakukan,├óÔé¼┬Ø ujarnya.[don]