Pusat Berencana Hapus Honorer, Pemkot Bandar Lampung Malah Nambah

Hearing DPRD Kota Bandar Lampung/Tuti
Hearing DPRD Kota Bandar Lampung/Tuti

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung melakukan penambahan 30 tenaga honorer, di tengah pemerintah pusat berencana meniadakan tenaga honorer pada November tahun depan.


Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandar Lampung, Herliwaty mengatakan penambahan honorer dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pegawai di BPBD dan Rumah Sakit A Dadi Tjokrodipo. 

"30 tenaga honorer itu terdiri dari 28 tenaga honorer BPBD dan 2 tenaga honorer perawan di RS A Dadi Tjokrodipo," kata Herliwaty saat hearing di dewan, Senin (13/6). 

Sebelum melakukan penambahan tenaga honorer, Herliwaty telah memastikan kemampuan pembayaran gaji ke Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dan disanggupi dibayar, sehingga dilakukan rekrutmen. 

"Yang telah menerima SK 18 orang BPBD dan 2 orang RS pada Mei. Sisanya, SK masih ditahan," ujarnya. 

Kepala BPBD Bandar Lampung, Syamsul Rahman mengatakan penambahan tenaga honorer disebabkan adanya penambahan OPD baru yakni pemadam kebakaran. Sehingga ia mengusulkan untuk menambah tenaga honorer. 

"Jadi sebelum OPD pemadam kebakaran resmi ada, perlu dilakukan pelatihan. Jadi kita usulkan penambahan honorer," jelasnya.