PWI Lampung Keliru, Inisiator KPB Bukan Arinal

Nizar Affan/Foto Ist
Nizar Affan/Foto Ist

Politikus Partai Golkar Nizwar Affandi mengungkapkan keliru penghargaan yang diberikan PWI Lampung terhadap Gubernur Arinal Djunaidi sebagai inisiator Kartu Petani Berjaya (KPB).


Rencana, penghargaan itu diserahkan pada puncak peringatan HUT ke-36 Hari Pers Nasional (HPN) dan HUT ke-75 PWI di Balai Wartawan H Solfian Akhmad di Kota Bandarlampung, Selasa (9/2).

Diungkapkannya, inisiator KPB adalah Eep Saefulloh Fatah dan Tim PolMark Indonesia di masa awal kampanye Arinal Djunaidi pada Pilgub 2018.

"Saya bersaksi dan Insha Allah ada beberapa lagi senior yang juga menjadi saksi bahwa ide KPB lahir dalam serangkaian diskusi dengan Eep Saefulloh Fatah dan Tim PolMark Indonesia di masa awal kampanye," ujarnya.

Setelah menang pilgub, ide itu dituangkan dalam sebuah forum (FKPLB) yang pada Pilpres bahu membahu bersama beberapa organisasi petani di Lampung menjadi tuan rumah sarasehan Jokowi dengan 15 ribu petani di Kabupaten Pringsewu.

Konsepsi KPB terus dimatangkan di dalam FKPLB sampai dengan 33 Janji Kerja, katanya kepada Kantor Berita RMOLLampung, Minggu (7/1).

Konsepsi KPB terus dimatangkan dalam FKPLB sampai dengan 33 Janji Kerja disahkan menjadi RPJMD dan Gubernur Arinal dkemudian menunjuk Prof Yusuf Barusman dan Tim UBL untuk mempersiapkan aplikasi teknisnya.

Politikus yang juga pengamat pembangunan Lampung itu menduga Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian--saat kampanye cuti dan sibuk mengurusi tenda, kursi, panggung dan penyanyi saat sosialisasi Arinal-Nunik--tidak pernah ikut serangkaian diskusi intens tentang visi, misi dan Janji Kerja.

Arinal dan Supriyadi/Ist

Penghargaan PWI Lampung

Sebelumnya, Ketua PWI Provinsi Lampung, Supriyadi Alfian mengungkapkan, anugerah Inisiator KPB merupakan penghargaan khusus yang diberikan PWI Lampung pada peringatan HPN ke-36 dan HUT ke-75 PWI tahun 2021.

PWI Lampung menilai, inisiatif Gubernur Arinal melahirkan dan menjadikan program Kartu Petani Berjaya (KPB) sebagai program unggulan, sejalan dengan potensi di sektor pertanian yang dimiliki Lampung.

Program KPB yang disosialsiasikan sejak Pilgub 2018, melibatkan atau menghubungkan semua kepentingan pertanian dengan tujuan mencapai kesejahteraan petani dan semua pihak yang terlibat.

“Dengan Kartu Petani Berjaya, semua menjadi sederhana. Tata Kelola tidak terganggu, jaminan ketersedian benih dan pupuk, serta hasil panen terjual dengan harga bagus,” ujar Supriyadi dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Minggu (7/2).

“Terbukti! Program ”kartu sakti” ini telah menunjukkan perubahan pertanian di Lampung,” kata Supriyadi seraya menyebutkan peningkatan luas panen padi pada 2020 mencapai 79.958 hektare. Angka ini merupakan lima persen dari total luas panen padi di Indonesia.

Selain itu, terjadi peningkatan produksi dari 2,16 juta ton menjadi 2,59 juta ton pada tahun 2020.

Tidak hanya itu. Kartu Petani Berjaya juga menstimulus produksi komoditas pertanian lainnya yang mengalami tren pertumbuhan pada tahun 2020. Seperti jagung mencapai 2,47 juta ton pada Oktober 2020. Ubi kayu sebesar 5,07 juta ton sampai Oktober 2020.

Begitu pun komoditas unggulan Lampung di antaranya kopi sebesar 118,145 ribu ton dan lada 15,23 ribu ton.

Karena itu, sudah sewajarnya jika inisiatif Gubernur Arinal melahirkan KPB juga mendapatkan apresiasi. Sebelum PWI Lampung, Fakultas Pertanian Universitas Lampung juga memberikan penghargaan honoris causa kepada Gubernur Arinal.

Supriyadi berharap, momentum HPN 2021, para wartawan khususnya yang tergabung dalam PWI Lampung, turut mendorong dan menyukseskan program-program pembangunan di Lampung, khususnya program KPB.

Selain Gubernur Arinal, PWI Lampung juga akan memberikan penghargaan kepada tiga tokoh Lampung yang dinilai turut berperan menyukseskan atau sebagai penggerak program KPB. Antara lain: Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL), Muhammad Yusuf Sulfarano Barusman, Ketua Kerukunan Tani Nelayan Andalan (KTNA) Lampung, Hanan A Razak, Kepala Dinas Katahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikutura Lampung, Kusnardi.